Breaking News:

Kasus Korupsi

Masya Allah, 'Pengajian' Jadi Kode Politikus Muda Partai Golkar dan Hakim

Kata "pengajian" digunakan sebagai kode pertemuan antara Ketua PT Sulut Sudiwardono dan anggota DPR dari Partai Golkar Aditya Anugrah Moha.

dpr.go.id
Aditya Anugrah Moha 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kata "pengajian" digunakan sebagai kode pertemuan antara Ketua Pengadilan Tinggi Sulawsi Utara (PT Sulut) Sudiwardono dan anggota DPR dari Komisi XI fraksi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha.

"Istilah pengajian sepertinya memang antara pemberi dan penerima yang sudah dinyatakan sebagai tersangka. Untuk bertemu mereka menggunakan istilah itu Nanti pengajiannya kapan? Kamis malam, tapi besok saja Jumat malam, pengajiannya sudah siap. Untuk bertemu itu dikamuflase dengan pengajian," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Konferensi pers itu dilakkan bersama dengan Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung (MA) Agung Sunarto, Juru Bicara MA yang juga Ketua Umum Ikatan Hakim Suhadi serta Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah.

Baca: Presiden Jokowi Saksikan Festival Musik Synchronize di Kemayoran, Beri Jempol Ebiet

Dalam perkara ini, Sudiwardono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap sedangkan Aditya Anugrah Moha selaku tersangka pemberi suap untuk mempengaruhi putusan banding dan tidak melakukan penahanan atas mantan Bupati Bolaang Mongondow Marlina Moha Siahaan, ibunda Aditya.

"Apakah ada hubungan ibunya atau tidak masih dalam proses penyelidikan termasuk apakah ada hubungan dengan pengadilan tingkat pertama masih dalam proses," ungkap Laode.

Sudiwarsono dan Aditya diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di hotel di daerah Pecenongan Jakarta Pusat pada Jumat (6/10) malam dengan barang bukti sebesar 64 ribu dolar Singapura.

"Diduga pemberian uang terkait dengan penanganan perkara banding terdakwa Marlina Mona Siahaan selaku Bupati kabupaten Bolaang Mongondow periode 2001-2006 dan 2006-2015 untuk mempengaruhi putusan banding dalam perkara tersebut serta agar penahanan terhadap terdakwa tidak dilakukan," tambah Laode.

Marlina adalah ibu dari Aditya yang divonis pada Juli 2017 lalu oleh Pengadilan Negeri Manado dengan hukuman 5 tahun pidana penjara dengan denda Rp200 juta dan uang pengganti sebesar Rp1,2 miliar subsider 2 tahun kurungan.

Baca: BREAKING NEWS: 13 Orang Terkena Sambaran Petir, Dua Meninggal

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved