Penembakan

Jadi Tentara Itu Tidak Boleh Arogan Pesan Kadispenad

Mencabut senjata api, melepaskan tembakan ke atas, menyuruh Zuansyah berlutut, dan mencium kaki pelaku.

Jadi Tentara Itu Tidak Boleh Arogan Pesan Kadispenad
123rf
Bukannya bayar parkir sesuai tarif malah mengancam pakai pistol. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Pihak kepolisian berhasil menangkap Anwari, pelaku penganiayaan petugas parkir mal Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2017).

Sebelumnya, Anwari mengaku sebagai anggota TNI dan melepaskan tembakan saat kejadian. Namun, telah dibantah oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat TNI, Brigadir Jenderal Alfret Denny Tuejeh.

Namun, Alfret tetap menegaskan bahwa anggota TNI tidak ada yang boleh bertindak arogan.

"Saya tegaskan bahwa Prajurit tidak boleh arogan,apalagi sampai mengeluarkan senjata dan menembak," tegas Alfret saat dihubungi, Minggu (8/10/2017).

Pihaknya akan menindak secara tegas bagi anggotanya yang melanggar.

Salah satunya memberikan sanksi.

Baca: Fakta Baru Forensik Dibongkar Dr Lim Joe Thay, 4 Kelamin Disunat 3 Tidak

Baca: Lihat Uang Soekarno Bisa Menggulung Sendiri Ada Surah Al Ikhlash dan Kun Fayakun

"Kalau ada prajurit TNI AD yang bersikap dan bertindak diluar kepantasan sehingga menyalahi aturan, maka saya pastikan itu diproses. Akan dikenai sanksi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," kata Alfret.

Sebelumnya diberitakan, Zuansyah (21), petugas parkir mal Gandaria City, melapor ke Mapolsektro Kebayoranlama setelah dirinya ditinju sebanyak dua kali oleh seorang yang mengaku anggota TNI.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved