Pertamina Pastikan Tabung Gas Elpiji Tidak Ada Kedaluarsanya

PT Pertamina menegaskan bahwa tidak ada angka kedaluarsa yang tertera pada tabung elpiji di berbagai ukuran

Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Adhy Kelana
Warga Sukma Jaya, Depok, Jawa Barat dan sekitarnya harus antre saat membeli gas elpiji 3 kg yang langka di tingkat pengecer, Kamis (6/4). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa tidak ada angka kedaluarsa yang tertera pada tabung elpiji di berbagai ukuran, dan kode yang tertera sebagai tanda uji ulang.

"Angka yang tertera pada tabung, misal 10.21 itu bukanlah kode kedaluarsa. Tapi, angka itu adalah masa di mana jadwal tabung harus diuji ulang," kata Manager External Communication Pertamina Arya Dwi Paramita di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa ada standar semua tabung gas elpiji harus diuji ulang, namun apabila sudah melewati tanggal masa uji ulang tabung tetap aman, atau tidak akan berbahaya.

"Beberapa waktu lalu banyak pemberitaan di media sosial tentang masa kedaluarsa tabung, itu tidaklah benar. Tabung elpiji kami aman," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa tabung gas yang ada di masyarakat jangan lagi ditambah aksesoris yang bukan bawaan, misal diberikan karet dekat tutupnya.

Jika memang kondisi tabung tidak baik, maka ia meminta masyarakat untuk menukarnya atau menghubungi kantor Pertamina terdekat.

Arya juga mengingatkan masyarakat dilarang untuk memiliki dua atau lebih tabung gas elpiji kelas tiga kilogram (3 kg) di rumahnya, karena gas ukuran tersebut untuk kalangan masyarakat kurang mampu yang mendapatkan subsidi pemerintah.

Oleh karena itu, ia mengemukakan, apabila dalam satu rumah tangga memiliki dua tabung atau lebih, maka logikanya termasuk golongan masyarakat mampu secara ekonomi.

Namun, ia mengemukakan untuk penindakan ranahnya berada di tangan pemerintah, dan Pertamina hanya sebagai pelaksana teknis untuk distribusi gas bersubsidi.

Tabung ukuran 3 kg bisa ditukar tambah dengan elpiji ukuran 5,5 kg di gerai Pertamina terdekat dengan kisaran penambahan dari penukaran seharga Rp100.000, demikian Arya Dwi Paramita. (Antara)

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved