Kamis, 23 April 2026

Truk yang Dirusak di Bantargebang Tak Ganggu Proses Pengangkutan Sampah DKI

Selain itu, kata Ali, pihaknya menyediakan armada cadangan untuk mengantisipasi lonjakan sampah di DKI Jakarta.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Truk sampah DKI Jakarta kembali diserang orang tak dikenal, saat melintas di Jalan Raya Siliwangi KM 10, Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (5/10/2017) pukul 23.25. Kaca truk berpelat B 9739 TOQ ini, hancur akibat dilempari batu oleh para pelaku. 

WARTA KOTA, BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memastikan, truk yang dirusak empat remaja di Kota Bekasi pada Kamis (5/10/2017) malam, tidak mengganggu proses pengangkutan sampah dari ibu kota menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Sebab, pihaknya telah memiliki armada cadangan untuk mengantisipasi kejadian tersebut.

“Ada lima Suku Dinas Lingkungan Hidup di DKI, dan seluruhnya memiliki empat armada cadangan. Sedangkan Dinas LH sendiri ada lima unit armada cadangan,” kata Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Jumat (6/10/2017).

Baca: BREAKING NEWS: Truk Sampah DKI Jakarta Kembali Diserang di Bantargebang Bekasi

Selain itu, kata Ali, pihaknya menyediakan armada cadangan untuk mengantisipasi lonjakan sampah di DKI Jakarta. Apalagi, produksi sampah DKI yang dibuang ke TPST Bantargebang mencapai 7.000 ton per hari.

“Kemungkinan selama sepekan truk itu tidak beroperasi, karena harus dibawa ke bengkel untuk diperbaiki,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji memproyeksikan biaya perbaikan kaca menelan biaya sekitar Rp 4 juta, dan membutuhkan waktu selama sepekan. Itu pun, kata dia, bila persediaan kaca depan truk ada. Bila tidak, maka membutuhkan cukup lama.

Baca: Polisi Tangkap Penyerang Truk Sampah DKI di Bekasi, Pelakunya Masih ABG

“Asuransi yang kita miliki belum all risk, hanya asuransi perawatan. Nanti ke depan, setiap kerusakan juga akan terlindungi asuransi,” ucap Isnawa.

Isnawa berharap, agar pelaku diganjar dengan hukuman berlaku. Soalnya, perbuatan mereka telah meresahkan para sopir truk DKI yang melintas di Kota Bekasi. Apalagi, berdasarkan pendataannya, kasus tersebut sudah terjadi selama 20 kali dalam kurun beberapa tahun.

“Saya sudah lapor ke pak Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi soal hal ini. Kami berharap itu menjadi hal yang patut diseriusi oleh pemerintah setempat soal keamanan,” cetus Isnawa. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved