Soal 18 Puskesmas Terindikasi Korupsi, DPRD DKI Yakin Terkait Spesifikasi

"Ya tapi bisa juga sebab lain kan polisi melakukan penyelidikan. Kita hormati saja pokoknya," kata William.

Soal 18 Puskesmas Terindikasi Korupsi, DPRD DKI Yakin Terkait Spesifikasi
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Gedung Puskesmas Kecamatan Koja, Jalan Mahoni Selatan, Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, saat ini masih dalam tahap rehab total, Jumat (12/5).

WARTA KOTA, GAMBIR -- DPRD DKI Jakarta menghormati langkah polisi menyelidiki dugaan korupsi pembangunan 18 Puskesmas.

"Apapun alasannya kita tak bisa melawan hukum. Jadi saya amat menghormati penyelidikan polisi," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, William Yani ketika dihubungi Wartakotalive.com, Jumat (6/10/2017).

Akan tetapi sebagai anggota Dewan dia melihat proses pembangunan 18 puskesmas mulai dari perencanaan sampai akhir tergolong baik.

Memang, katanya, diakui telah terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan "Tapi kalau bagi saya, selama output atau hasilnya positif, maka ini bukan masalah besar," katanya.

Lagipula keterlambatan penyelesaian memiliki skema denda yang dibebankan ke penyedia jasa.

"Kalau denda itu dibayar kan berarti selesai masalah keterlambatan itu," jelas William.

etua Komisi E DPRD DKI Jakarta, William Yani
etua Komisi E DPRD DKI Jakarta, William Yani (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Menurut William, polisi pasti punya informasi lain sehingga melakukan penyelidikan dugaan korupsi dalam pembangunan 18 puskesmas.

Dia menduga penyelidikan dilakukan karena adanya informasi terkait spesifikasi yang berbeda antara kontrak dan kondisi riil bangunan.

Apalagi beberapa waktu lalu dua puskesmas mengalami kerusakan plafon dan kebocoran. Padahal pembangunan baru selesai pada bulan Juli 2017 lalu.

"Ya tapi bisa juga sebab lain kan polisi melakukan penyelidikan. Kita hormati saja pokoknya," kata William.

Sebelumnya, Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri, Erwanto Kurniadi, membenarkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki dugaan korupsi di pembangunan 18 Puskesmas.

Bahkan penyidik sudah dalam tahap berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengumpulkan data pengusutan.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved