Korupsi Kepala Daerah

Foto-Foto: Rita Widyasari Datangi KPK dengan Pakaian Hitam-Hitam, Didampingi Pria Tambun

Rita Widyasari tersangka kasus suap dan gratifikasi, hari ini Jumat (6/10/2017)‎ memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka.

Foto-Foto: Rita Widyasari Datangi KPK dengan Pakaian Hitam-Hitam, Didampingi Pria Tambun
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari berada di ruang tunggu KPK bersiap menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (6/10/2017). Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi terkait pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit. 

WARTAKOTA, KUNINGAN-- Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari (RIW) tersangka kasus suap dan gratifikasi, hari ini Jumat (6/10/2017)‎ memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka.

Panggilan kali ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan pada Rabu (4/10/2017) lalu dimana Rita dijadwalkan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka.

Pantauan Tribunnews.com, Rita hadir ke KPK pukul 12.20 WIB menggunakan baju serba hitam, termasuk hijabnya.

Kehadiran Rita turut didampingi oleh seorang pria berpakaian batik yang berbadan tambun.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari berada di ruang tunggu KPK bersiap menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (6/10/2017). Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi terkait pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari berada di ruang tunggu KPK bersiap menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (6/10/2017). Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi terkait pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari sebagai tersangka di dua kasus berbeda atas dugaan suap dan gratifikasi.

Pertama Rita diduga menerima uang Rp 6 miliar dari Hery Susanton Gun, Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP) terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan Kelapa Sawit di Desa kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Suap diduga penerimaan uang Rp 6 miliar ini diterima sekitar bulan Juli dan Agustus 2010‎ dan diindikasikan ditujukan untuk memuluskan proses perisinan lokasi PT SGP.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari berada di ruang tunggu KPK bersiap menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (6/10/2017). Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi terkait pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari berada di ruang tunggu KPK bersiap menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (6/10/2017). Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi terkait pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Kedua, Bupati Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (PT MBB), Khairuddin menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yaitu uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp 6,975 miliar berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka.

Baca: Rita Widyasari Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi

Baca: Di Facebook, Bupati Kukar Rita Widyasari Akan Tunjukkan Pada Dunia Dirinya Tidak Korupsi

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berbeda. ‎Diduga sebagai pihak penerima, kasus suap, Bupati Rita disangkakan melanggar Pasal 12 12 a atau Pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari berada di ruang tunggu KPK bersiap menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (6/10/2017). Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi terkait pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari berada di ruang tunggu KPK bersiap menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (6/10/2017). Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi terkait pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Diduga sebagai pihak pemberi, Direktur Utama PT SGP, Hery Susanto Gun (HSG) disangkakan melanggar Pasal 55 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU No 31‎ tahun 199c tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

Selanjutnya diduga sebagai penerima gratifikasi, Bupati Rita dan Komisaris PT MBB, Khairudin disangkakan Pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 200w tentang Perubahan Atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Theresia Felisiani )

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Suprapto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved