Isu Kebangkitan Komunis

Ini yang Disampaikan Soeharto di Usai Angkat Jenazah Para Jenderal, Luka Korban G30S PKI Mengerikan

Soeharto yang merupakan pejabat tertinggi di TNI AD kala itu ditunjuk menjadi penaggung jawab penumpasan G30SPKI sekaligus menemukan jenazah para korb

- Ajudan Jenderal TNI Abdul Harris Nasution, yakni Lettu CZI Pierre Andreas Tendean.

Soeharto yang merupakan pejabat tertinggi di TNI AD kala itu ditunjuk menjadi penaggung jawab penumpasan G30SPKI sekaligus menemukan jenazah para korban.

Peristiwa berdarah itu masih menjadi misteri hingga kini, termasuk Surat Perintah 11 maret (Supersemar) yang diberikan Soekarno kepada Soeharto dengan kewenangan tidak terbatas.

Terlepas dari sejarah tersebut, beredar rekaman pidato Soeharto usai melakukan pengangkatan jenazah korban penyerangan anggota PKI di Lubang Buaya, Pondok Gede, karata Timur pada Senin, 4 Oktober 1965.

Dalam video berdurasi 6 menit 2 detik yang diunggah dalam Youtube itu, Soeharto menyesalkan pembantaian para jenderal sekaligus menaruh curiga jika oknum TNI Angkatan Udara terlibat dalam pembantaian tersebut.

Berikut rekaman pidato Soeharto kala itu,

'Pada hari ini tanggal 4 Oktober 1965, kita bersama-sama dengan mata kepala masing-masing telah menyaksiken suatu pembongkaran daripada penanaman jenazah para jenderal kita, ada enam jenderal, dengan satu perwira pertama dalam suatu lubang sumur lama.

Sebagaimana saudara-saudara telah maklum bahwa jenderal-jenderal kita dan perwira pertama kita ini telah menjadi korban daripada tindakan-tindakan yang biadap dari petualang-petualang yang dinamakan Gerakan 30 September

Kalau kita melihat tempat ini adalah di Lubang Buaya, daerah Lubang Buaya adalah termasuk dari daerah Lapangan Halim, dan kalau saudara-saudara melihat juga fakta bahwa deket sumur ini telah menjadi pusat dari latihan subhan dan subhwati yang dilakukan atau dilaksanaken oleh Angkatan Udara.

Mereka melatih para anggota-anggota dari Pemuda Rakyat dan Gerwani. Satu fakta, mungkin mereka itu latihan dalam rangka pertahanan pangkalan, akan tetapi menurut anggota Gerwani yang dilatih di sini, yang sekarang tertangkep di Cirebon, adalah pulang dari Jawa Tengah, jauh daripada daerah tersebut.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved