Isu Kebangkitan Komunis

Ini Pidato Soeharto Saat Evakuasi Jenazah Korban G30SPKI

Soeharto yang merupakan pejabat tertinggi di TNI AD kala itu ditunjuk menjadi penaggung jawab penumpasan G30SPKI.

Ini Pidato Soeharto Saat Evakuasi Jenazah Korban G30SPKI
YouTube
Soeharto 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Empat hari setelah pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau lebih dikenal G30SPKI, tepatnya Senin, 4 Oktober 1965, Mayjen TNi Soeharto  berhasil melacak keberadaan para jenderal yang menjadi korban kekejaman pemberontakan PKI.

Para korban tersebut antara lain, Letjen TNI Ahmad Yani yang menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat sekaligus Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi, Mayjen TNI Raden Suprapto selaku Deputi II Menteri sekaligus Panglima AD bidang Administrasi, Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono sebagai Deputi III Menteri sekaligus Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan, Mayjen TNI Siswondo Parman selaku Asisten I Menteri sekaligus Panglima AD bidang Intelijen.

Selain itu, Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan sebagai Asisten IV Menteri sekaligus Panglima AD bidang Logistik, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo selaku Inspektur Kehakiman sekaligus Oditur Jenderal Angkatan Darat dan ajudan Jenderal TNI Abdul Harris Nasution, yakni Lettu CZI Pierre Andreas Tendean.

Soeharto yang merupakan pejabat tertinggi di TNI AD kala itu ditunjuk menjadi penaggung jawab penumpasan G30SPKI sekaligus menemukan jenazah para korban.

Peristiwa berdarah itu masih menjadi misteri hingga kini, termasuk Surat Perintah 11 maret (Supersemar) yang diberikan Soekarno kepada Soeharto dengan kewenangan tidak terbatas.

Terlepas dari sejarah tersebut, beredar rekaman pidato Soeharto usai melakukan pengangkatan jenazah korban penyerangan anggota PKI di Lubang Buaya, Pondok Gede, karata Timur pada Senin, 4 Oktober 1965.

Dalam video berdurasi 6 menit 2 detik yang diunggah dalam Youtube itu, Soeharto menyesalkan pembantaian para jenderal sekaligus menaruh curiga jika oknum TNI Angkatan Udara terlibat dalam pembantaian tersebut.

Berikut rekaman pidato Soeharto kala itu,

'Pada hari ini tanggal 4 Oktober 1965, kita bersama-sama dengan mata kepala masing-masing telah menyaksiken suatu pembongkaran daripada penanaman jenazah para jenderal kita, ada enam jenderal, dengan satu perwira pertama dalam suatu lubang sumur lama.

Sebagaimana saudara-saudara telah maklum bahwa jenderal-jenderal kita dan perwira pertama kita ini telah menjadi korban daripada tindakan-tindakan yang biadap dari petualang-petualang yang dinamakan Gerakan 30 September

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved