Breaking News:

Isu Kebangkitan Komunis

Ini Alasan Utama Bung Karno Tak Mau Bubarkan PKI, Diceritakan Soeharto Dalam Video Dokumentasi

Soekarno dengan enteng, kata Soeharto, mengatakan, "Ini perjuangannya Bapakmu (Bung Karno). Serahkan kepada saya.

Ketika disampaikan bahwa rakyat yang meghendaki pembubaran PKI, Soekarno mengatakan, "Har (Soeharto--Red), kamu harus tahu, bahwa saya ini bukan hanya pemimpin indonesia. Saya ini pemimpin dunia."

Soekarno melanjutkan, "Saya sudah terlanjur menjual konsep nasakom itu kepada dunia. Sekarang saya harus bubarkan PKI, berarti saya kan harus cabut konsep saya itu. Jadi, di mana mau diletakkan muka saya ini. Ini alasannya."

Dalam video berdurasi 37 menit 48 detik itu Soeharto membeberkan tanggapan Soekarno pasca peristiwa G30SPKI.

Kepada dirinya, Soekarno menyebut jika pembunuhan para jenderal Angkatan Darat itu hanya sebuah hal kecil dalam revolusi.

Namun, satu hal yang mengejutkan Soeharto bukan tewasnya para jenderal, tetapi keberadaan PKI yang nyatanya sudah mengancam Pancasila jauh sebelum G30SPKI terjadi pada 30 September 1965.

Video rekaman Soeharto  ini menceritakan beragam hal mulai dari paham marxisme yang dianut Soekarno hingga penetapan Soeharto sebagai Presiden menggantikan Soekarno lewat terbitnya Surat Perintah 11 Maret serta Sidang Umum MPRS pada tanggal 20 Juni-5 Juli 1966.

Sidang umum MPR  menghasilkan Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966 tentang Pemilihan Umum.

Berdasarkan ketetapan tersebut, pemilihan umum diselenggarakan selambat-lambatnya pada tanggal 5 Juli 1968.

Selain itu, MPRS juga mengeluarkan Ketetapan MPRS No.XIII/MPRS/1966 tentang pembentukan Kabinet Ampera sebagai pengganti Kabinet Dwikora untuk memenuhi dan melaksanakan Trikora yang dipercayakan kepada Letnan Jenderal Soeharto.

Ketetapan tersebut berujung pada ketetapan MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 tentang Pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai pejabat Presiden RI menggantikan Presiden Soekarno, terhitung sejak Soeharto dilantik pada tanggal 12 Maret 1967.

Penulis:
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved