Breaking News:

Film 'Wage', Kisah Hidup WR Supratman yang Coba Diluruskan

Didasari pemikiran bahwa apresiasi yang disematkan untuk pahlawan WR Supratman tidak berbanding lurus dengan jasanya terhadap bangsa Indonesia

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
FILM Wage diharapkan menjadi pelurus sejarah mengenai kisah hidup sang Pahlawan pencipta 'Indonesia Raya', sekaligus mengajak anak muda untuk mengeksplor rasa kebangsaan dan ke-Indonesiaan. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Didasari pemikiran bahwa apresiasi yang disematkan untuk pahlawan Wage Rudolf Supratman atau WR Supratman tidak berbanding lurus dengan jasanya terhadap bangsa Indonesia, Opshid Media yang diprakarsai M Subchi Azal Tsani selaku Eksekutif Produser, memersembahkan Film Wage.

Di bawah Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi selaku supervisi, Film Wage yang kini masuk dalam tahap produksi akan mulai diputar di bioskop-bioskop ternama pada 9 November mendatang..

FILM Wage, tentang kehidupan WR Supratman.
FILM Wage, tentang kehidupan WR Supratman. (Istimewa)

Film yang mengeksplorasi perjalanan kepahlawanan WR Supratman dalam menelurkan lagu-lagu seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya ini juga bertujuan untuk terus mengenang jasanya sebagai pahlawan dan dapat meneladani aksi-aksi kepahlawnan WR Supratman dalam aktivitas kekinian sebagai generasi milenial.

Sebagai Direktur PT Opshid Media Ivan Nugroho mengatakan, film tersebut dibuat sebagai sepantas-pantasnya penghargaan untuk Wage Supratman.

“Film ini juga ditujukan sebagai pelurus sejarah mengenai kisah hidupnya,” ujar Ivan seperti pada keterangan rilis yang diterima Warta Kota, Minggu (1/10/2017).

Ivan mengatakan, ada banyak nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang terkandung di dalam lagu Indonesia Raya serta proses sang komponis Wage Supratman dalam mewujudkannya.

Dengan mengemas nilai-nilai luhur tersebut dalam Film Wage, diharapkan dapat menjadi pemicu untuk membangkitkan rasa cinta tanah air serta moral luhur bangsa Indonesia.

“Mengeksplorasi rasa kebangsaan dan ke-Indonesiaan dalam konteks anak muda,” kata Ivan.

PENGAMBILAN gambar film Wage.
PENGAMBILAN gambar film Wage. (Istimewa)

Seleksi Ketat

Sementara itu, Mengingat minimnya data mengenai tokoh Wage, Ivan mengatakan pihaknya melakukan seleksi ketat untuk actor dan peran lainnya.

“Seleksi dengan melakukan riset serta pembedahan yang menyeluruh, untuk memastikan bahwa karakter tidak jatuh pada pemeran yang kurang tepat,” ujar Ivan. 

Wujud perjuangan Wage juga merupakan satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa tak semua perjuangan harus melalui pertumpahan darah.

“Tapi juga dapat melalui seni dan karya. Hal itu perlu dipatenkan sebagai dasar utama generasi muda dalam menekuni bidang seni, yaitu berkarya untuk negeri,” kata Ivan.

Di sisi lain, adalah proses terciptanya mahakarya Indonesia Raya yang dikukuhkan oleh ketekunan, pantang menyerah, serta rendah hati Wage itu sendiri.

 “Di balik daya magis yang ada di dalam lagu Indonesia Raya, terdapat daya Berkat Rahmat Allah di dalamnya, dan Wage mendasari serta menyerahkan semua itu sepenuhnya pada hal tersebut,” kata Ivan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved