Polisi Tak Lanjutkan Penyelidikan Pembangunan 18 Puskemas di Jakarta, Ini Alasannya

Lelang pembangunan 18 puskesmas di Jakarta ternyata sempat diselidiki polisi sekitar tiga bulan lalu.

Polisi Tak Lanjutkan Penyelidikan Pembangunan 18 Puskemas di Jakarta, Ini Alasannya
Rangga Baskoro
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto (kiri) 

WARTA KOTA, GAMBIR - Lelang pembangunan 18 puskesmas di Jakarta ternyata sempat diselidiki polisi sekitar tiga bulan lalu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto membenarkan hal tersebut. Pemeriksaan dilakukan di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri.

Dua pejabat di Dinas Kesehatan sempat diperiksa polisi, terkait lelang pembangunan 18 puskesmas yang menggunakan APBD 2016/2017.

Baca: Warga Tangerang Selatan Menjerit Tarif Parkir Mencekik

Keduanya adalah Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Kesehatan.

"Mereka sempat diperiksa polisi. Hanya dimintai keterangan saja, sebab ada laporan ke polisi soal hal tersebut. Dijelaskan semuanya dan memang tak ada masalah," kata Koesmedi.

Makanya kemudian penyelidikan itu pun tak dilanjutkan. Pengamat Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dari Lembaga Swadaya Masyarakat Perlindungan Hak Masyarakat Indonesia (LPHMI) Gudmen Marpaung mengatakan, lelang konsolidasi yang diterapkan Pemprov DKI memang menuai masalah.

Baca: Pemerintah Bakal Batasi Mobil dengan CC Kecil di Jakarta

Menurut Gudmen, dalam lelang puskesmas yang sempat diselidiki polisi, belakangan diketahui kondisi bangunan kurang baik. Hal itu terlihat dari terjadinya bocor dan plafon ambruk di dua puskesmas yang baru rampung dibangun pada Juli 2017 lalu.

Gudmen menjelaskan, pembangunan 18 puskesmas semestinya rampung pada Desember 2016. Tapi, kontraktor dari PT PP Pracetak baru menyelesaikan pembangunan pada Juli 2017.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved