Pemkot Bekasi Koordinasi dengan PLN untuk Jual Listrik dari Sampah

Jangan sampai, tarif listrik yang dijual ke masyarakat sekitar TPA Sumurbatu, kemahalan atau terlalu murah.

Pemkot Bekasi Koordinasi dengan PLN untuk Jual Listrik dari Sampah
Warta Kota/ichwan chasani
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sumurbatu, Bantargebang, Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi masih berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), soal rencana penjualan listrik hasil pengolahan sampah.

Sampai saat ini, listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLSTa) belum dijual ke masyarakat.

"Baru satu alat yang dipasang, dari target lima unit yang akan dipasang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi, Minggu (1/10/2017).

Baca: Jika PLTSa di Sumurbatu Beroperasi, 27 Ribu Ton Sampah Bisa Dikosongkan dalam Dua Tahun

Menurut Lutfhi, koordinasi dengan PLN harus dilakukan,karena instansi tersebut memiliki kewenangan dalam pengelolaan listrik. Jangan sampai, tarif listrik yang dijual ke masyarakat sekitar TPA Sumurbatu, kemahalan atau terlalu murah.

"Jadi kita konsultasi dulu dengan PLN soal skema harganya kayak gimana. Karena alat ini juga membutuhkan solar sebagai bahan bakar," jelas Luthfi.

Luthfi mengatakan, pembangkit ini memiliki teknologi zero waste dengan sistem pembakaran sampah hingga 1.000 derajat celcius, yang dipadu menggunakan air. Uap hasil pembakaran, kata dia, akan mampu menggerakan turbin sehingga menghasilkan listrik.

Baca: Unggahannya Meresahkan, Ketua Advokat Muda Laporkan Jonru Ginting ke Polda Metro Jaya

"Biaya pembangunannya dilakukan oleh pihak swasta, dalam hal ini PT Nusa Wijaya (NW) Abadi," ujar Luthfi.

Dia menjelaskan, nantinya ada lima pembangkit listrik berkapasitas 29,2 Mwh. Namun, pembangunannya dilakukan hingga empat tahap. Tahap pertama, akan dibuat dengan kapasitas 2x2,3 mwh, dan memakan waktu konstruksi selama 12 bulan. Tahap kedua akan dibuat dengan kapasitas 2x2,4 mwh, dan memakan waktu kontruksi selama 18 bulan.

Tahap ketiga akan dibuat dengan kapasitas 2x2,5 mwh, dan memakan waktu kontruksi selama 30 bulan. Serta tahap keempat akan dibuat dengan kapasitas 2x2,6 mwh, dan memakan waktu kontruksi selama 48 bulan.

Dalam pengolahan listrik berkapasitas satu megawatt, diperlukan bahan bakar sampah sebanyak empat ton untuk dibakar selama satu jam. Untuk itu, bila dibuat mesin berkapasitas total 29,2 mwh listrik, akan membakar sebanyak 116 ton sampah per jam, atau 2.784 ton sampah per hari. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved