Jika PLTSa di Sumurbatu Beroperasi, 27 Ribu Ton Sampah Bisa Dikosongkan dalam Dua Tahun

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kota Bekasi, belum terlaksana sepenuhnya.

Jika PLTSa di Sumurbatu Beroperasi, 27 Ribu Ton Sampah Bisa Dikosongkan dalam Dua Tahun
Warta Kota/ichwan chasani
TPA Sumurbatu, Bantargebang, Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kota Bekasi, belum terlaksana sepenuhnya. Pemerintah daerah masih melakukan uji coba di proyek yang digagas sejak Juni 2015 ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi mengatakan, pembangkit ini menggunakan teknologi zero waste. Konsep teknologi ini adalah membakar sampah yang dipadu dengan air. Dari proses pembakaran itu, akan menimbulkan uap yang mampu menggerakan turbin, sehingga menjadi tenaga listrik sebesar 2,3 megawatt.

"Teknologi ini ramah lingkungan, karena pembakarannya memiliki suhu 1.000 derajat celcius, sehingga gas dioksin sisa pembakaran sampah secara otomatis akan menghilang," kata Luthfi, Minggu (1/10/2017).

Baca: Jangan Ditiru! Oknum Pendaki Tutupi CCTV Gunung Merapi

Menurut Luthfi, gas dioksin sangat mencemarkan lingkungan, terutama udara. Makanya, bila ada warga yang membakar sampah sembarangan, itu sangat membahayakan kesehatan warga.

"Kalau ini pembakarannya tertutup rapat dengan suhu yang ideal," ujarnya.

Luthfi meyakini, bila alat tersebut telah beroperasi sepenuhnya, maka gunungan sampah sekitar 27 ribu ton di TPA Sumurbatu, bisa dikosongkan dalam waktu dua tahun. Berdasarkan catatannya, jumlah sampah yang masuk TPA mencapai 1.500 ton per hari.

Baca: Ribuan Advokat KAI Siap Pasang Badan untuk Direktur Penyidikan KPK

Sampah sebanyak itu bisa memenuhi lahan seluas 2 hektare dalam kurun enam bulan.

"Alatnya masih trial, belum beroperasi, memang pembangunan teknologi itu agak lama. Rencananya akan dibangun lima unit alat ini untuk membakar sampah," jelasnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved