Breaking News:

Isu Kebangkitan Komunis

Terungkap, CIA yang Menjadi Dalang Agar Bung Karno Terlibat G30S

Pihak AS yang saat itu keteteran di medan perang Vietnam juga mulai mengkhawatirkan perkembangan politik di Indonesia

Kompas.com
Bung Karno diapit dua jenderal Angkatan Darat, AH Nasution (kiri) dan Soeharto. Ketiganya tertawa lebar saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, tahun 1966. 

Para kader TNI bisa dengan mudah direkrut oleh CIA karena saat itu Bung Karno yang dekat dengan orang-orang PKI dan negara-negara komunis, telah dianggap sebagai “presiden yang pro komunis”.

Apalagi Bung Karno saat itu juga sedang menggalakkan gagasan mengenai Nasional, Agama, dan Komunis (Nasakom) yang diharapkan akan mempersatukan segenap rakyat Indonesia tapi justru menyebabkan perpecahan dan pertumpahan darah serta kejatuhan dirinya.

Demi mendorong agar Bung Karno “makin komunis”, pemerintah AS sengaja melakukan embargo persenjataan.

Padahal di tahun itu (1962-1963) pemerintah sedang membutuhkan banyak senjata untuk mendukung Operasi Trikora demi membebaskan Irian Barat.

Akhirnya pemerintah Indonesia terpaksa membeli persenjataan dari Rusia sehingga Indonesia pun seolah-olah sudah menjadi negara yang berpihak kepada Rusia.

Operasi CIA untuk menjatuhkan Bung Karno pun terus berlanjut dengan cara mengkambinghitamkan Bung Karno di mata rakyat dengan membuat kesan bahwa seolah-olah Bung Karno terlibat dalam peristiwa pemunuhan para jendaral yang dilakukan oleh Letkol Untung dan komplotannya.

Upaya mengkambinghitamkan Bung Karno telah terlibat dalam G30S itu bahkan terus berhembus hingga sekarang dan “hantu” bangkitnya kembali PKI telah menjadi alat efektif pihak ketiga, bisa saja CIA, untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Penulis: Agustinus Winardi/Intisarionline

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved