Korupsi Kepala Daerah

Terkait Bupati Kukar sebagai Tersangka Kasus Korupsi, Tim Penyidik KPK Periksa Empat SKPD Kukar

Tim KPK kembali memeriksa empat SKPD di Kabupaten Kutai Kartanegara terkait pengembangan kasus korupsi yang menyeret Bupati Rita sebgai tersangka.

Terkait Bupati Kukar sebagai Tersangka Kasus Korupsi, Tim Penyidik KPK Periksa Empat SKPD Kukar
Kompas.com/Dok Rita Widyasari
Rita Widyasari 

WARTA KOTA, MATRAMAN --  Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terkait pengembangan kasus korupsi yang menyeret Bupati Kukar, Rita Widya Sari sebagai tersangka.

Empat SKPD tersebut adalah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda), Dinas Sosial dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Sama dengan sebelumnya, sejumlah petugas kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di wilayah yang tengah disasar oleh tim KPK itu.

Tim penyidik KPK juga membawa sejumlah dokumen penting usai melaksanakan operasinya yang digelar sejak pukul 10.30 WITA itu.

Pemeriksaan di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga oleh tim penyidik KPK berlangsung cukup singkat dan berakhir sekitar pukul 15.00 WITA dan di Dinas Sosial berakhir sekitar pukul 17.00 Wita.

Namun di Balitbangda dan Bappeda yang berada dalam satu lokasi di Jalan Wolter Monginsidi, Tenggarong, pemeriksaan baru berakhir sekitar pukul 21.00 WITA.

Tidak diketahui secara pasti jumlah dokumen yang diamankan tim penyidik KPK, meski rombongan tim KPK terlihat membawa tiga koper besar saat meninggalkan gedung tersebut.

Informasi yang diperoleh Antaranews.com menyebutkan, tim KPK masih akan melakukan pemeriksaan di sejumlah instansi yang berada lingkungan Pemkab Kukar hingga 30 September 2017.

Pemeriksaan dan penggeledahan itu merupakan tindak lanjut dari penetapan status tersangka terhadap Bupati Kukar Rita Widaya Saru dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Selain bupati yang memimpin selama dua periode ini, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Khairudin Komisaris PT Bangun Media Bersama dan Hery Susanto Gun direktur utama PT Sawit Golden Prima.

Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved