Breaking News:

Isu Kebangkitan Komunis

Survei SMRC: 86,8 Persen Masyarakat Tak Yakin PKI Bangkit

Berdasarkan pemilih Pilpres 2014, responden yang setuju menunjukkan 19 persen adalah pemilih Prabowo Subianto.

Editor: Yaspen Martinus
Antaranews.com
Poster film Penumpasan G30S/PKI 

WARTA KOTA, MENTENG - Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, 86,8 persen warga tidak setuju adanya isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hanya sekitar 12,6 persen warga setuju saat ini sedang terjadi kebangkitan PKI, dan lima persen dari seluruh warga merasa kebangkitan PKI sudah menjadi ancaman bangsa.

Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, secara politik isu kebangkitan PKI tidak penting, karena tidak dirasakan langsung oleh semua warga.

Baca: Ini Sederet Artis Penunggak Pajak Mobil Mewah yang Diincar Dinas Pajak

Ia mengatakan, PKI memiliki definisi politik dan sejarah panjang di Indonesia, jauh sebelum peristiwa 1965, di mana secara hukum telah dilarang melalui Tap MPR, dan semenjak itu kekuatan formal PKI hilang.

"Kalau kita merujuk pada contoh negara lain, Cina menjadi negara yang benar-benar mempraktikkan sistem komunis saja, kini telah banyak berubah. Sehingga, indikasi komunisme sebagai ideologi tidak menarik lagi bagi masyarakat Indonesia," ulas Abbas di Kantor SMRC, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat., Jumat (29/9/2017)

Jika dilihat dari latar belakang responden yang setuju dengan adanya isu PKI, ia menjelaskan dari pihak partai ada dua kelompok yang mendominasi, yakni PKS 37 persen, dan Partai Gerindra 20 persen.

Baca: Kadernya Dikabarkan Bakal Direshuffle dari Kabinet Kerja, PAN Tetap Dukung Pemerintah Hingga 2019

Berdasarkan pemilih Pilpres 2014, responden yang setuju menunjukkan 19 persen adalah pemilih Prabowo Subianto. Menurut akses berita media massa, sebanyak 25 persen warga yang percaya isu kebangkitan PKI adalah warga di media sosial.

Kemudian dilihat dari sisi agama, orang Islam lebih percaya adanya kebangkitan PKI, yakni sekitar 86 persen.

Survei dilakukan pada 3-10 September 2017, melibatkan 1.220 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling, dari seluruh populasi Indonesia berumur 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Dengan tingkat response rate 87 persen, survei ini memiliki margin of error ± 3,1 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved