Breaking News:

Tiga Perancang Busana Papan Atas Tampilkan Koleksi Mereka di Kota Kasablanka

Ajang Wonderfull Indonesia Culinary & Shopping Festival di Kota Kasablanka, Jakarta, dimeriahkan oleh koleksi tiga perancang busana papan atas.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor:
Warta Kota/Feryanto Hadi
Pembukaan ajang Wonderfull Indonesia Culinary & Shopping Festival di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (27/9) petang dimeriahkan oleh hadirnya koleksi-koleksi dari tiga perancang busana papan atas, yakni Deden Siswanto, Lenny Agustin dan Stella Lisa. Mereka mengusung koleksi hasil karya mereka yang berbahan kain nusantara dari sejumlah daerah di Indonesia. 

WARTA KOTA, SETIA BUDI--Pembukaan ajang Wonderfull Indonesia Culinary & Shopping Festival di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (27/9) petang dimeriahkan oleh hadirnya koleksi tiga perancang busana ternama.

Ketiganya adalah Deden Siswanto, Lenny Agustin dan Stella Lisa. Mereka sama-sama mengusung koleksi hasil rancangan berbahan kain nusantara dari sejumlah daerah di Indonesia.

Deden Siswanto, yang menggandeng batik Azizah Dnyonyah Art menampilkan lima koleksi etnik dengan inspirasi utama kebudayaan peranakan Cina di Indonesia.

Koleksi Deden terdiri dari sarong, oversize outer dan assymetrical blouse yang terbuat dari material batik tulis yang didominasi motif khas Cirebon yakni mega mendung.

Sementara itu  Stella Lisa yang mengusung tema SASAKU, menampilkan koleksinya yang terinspirasi oleh tampilan primitif  suku pedalaman Indonesia timur.

Para peraga busana menampilkan karya Stella Lisa yang mengusung tema SASAKU, dengan koleksi yang terinspirasi oleh tampilan primitif  suku pedalaman Indonesia timur dalam acara pembukaan ajang Wonderfull Indonesia Culinary & Shopping Festival di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2017)
Para peraga busana menampilkan karya Stella Lisa yang mengusung tema SASAKU, dengan koleksi yang terinspirasi oleh tampilan primitif suku pedalaman Indonesia timur dalam acara pembukaan ajang Wonderfull Indonesia Culinary & Shopping Festival di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2017) (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Corak tersebut kemudian dituangkan ke dalam key-item koleksinya dalam rupa figur manusia primitif yang terbuat dari kombinasi bordiran dan sulaman tangan.

Warna koleksi yang ditampilkan para model didominasi warna gelap, sesuai dengan session Fall-Winter yang ingin ia angkat.

Adapun bahan yang digunakan adalah tenun dan songket dari Nusa Tenggara Timur yang dikombinasikan dengan kain-kain polos warna gelap serta bordir primitif yang nampak pada beberapa key-item.

Sedangkan Lenny Agustin yang tampil dengan sejumlah koleksi yang memukau mendapat sambutan meriah dari pengunjung pada sore kemarin. Ia menampilkan corak unik yang terinspirasi oleh perupa legendaris Frida Kahlo dan perayaan Day of The Death di Mexico.

Terkait konsep yang diusungnya, Lenny menjelaskan, ia menghadirkan busana duka cita yang kerap digunakan masyarakat Mexico saat ada anggota keluarganya yang meninggal. Saat itu, orang-orang turun ke jalan dengan busana menyerupai tengkorak dan bernuasa misterius.

Namun, Lenny melalukan sejumlah modifikasi dengan membuat busana yang memiliki potongan longgar dan detil pada kerutan. Koleksi busananya  terdiri dari crop blouse, dress, jaket dan skirt dengan panjang selutut hingga semata kaki.

"Selain dari detil ruffle, saya juga memberikan detil hiasan berupa sulam pita dengan motif bunga-bunga dalam ukuran besar," kata Lenny.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved