Omzet Pabrik Tramadol Palsu Rp900 Juta per Hari

"Omset satu hari mencapai Rp 900 juta dikonversikan dengan 80 kilogram produk atau 660.000 butir," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Selatan

Alija Berlian Fani
Barang bukti yang diamankan dari Pabrik Tramadol Palsu oleh Polres Tangsel, Kamis (28/9/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, TANGERANG -- Pabrik pembuatan exemire dan tramadol yang digerebek oleh Polresta Tangerang Selatan (Tangsel) bersama timnya ternyata memiliki omset hingga ratusan juta rupiah dalam satu hari.

"Omzet satu hari mencapai Rp 900 juta dikonversikan dengan 80 kilogram produk atau 660.000 butir," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Selatan AKP Alexander di lokasi pengerebekan, Kamis (28/9/2017).

Obat-obatan keras yang masuk ke dalam daftar G itu, merupakan jenis obat penghilang rasa nyeri.

Obat-obatan ini, dibuat tanpa izin, dan ilegal. Jenis obat ini banyak disalahgunakan para remaja.

"Gudang ini sudah beroperasi selama tiga bulan. Dijual di wilayah Tangerang dan beberapa toko kecil, tapi tidak masuk apotik. Pemiliknya saat ini masih menjadi buronan pihak kepolisian," tambah Alex.

Penggerebekan pada pabrik yang ada di Jalan Palem Manis I, Jatiuwung, Kota Tangerang berawal dari Tim vipers Sat Reskrim Polres Tangsel dan Polsek serpong mendapatkan informasi adanya peredaran obat ilegal jenis exemire dan tramadol.

Selanjutnya penyelidik mengamankan beberapa orang yang bekerja di tempat usaha tersebut dan setelah dilakukan introgasi mendapat informasi bahwa obat obatan ilegal tersebut diproduksi atau dibuat di sana.

Dari penggerebekan itu, pihaknya berhasil menemukan sejumlah alat produksi pembuatan obat dan bahan material yang digunakan untuk membuat obat, seperti farmakot, titan, talk, pewarna, dan PEG.

Pelaku yang diamankan pada saat pengerebekan di TKP berjumlah enam orang, yaitu RA (20), IP (23), TDS (24), HLR (27), SS (24), dan J (28).

Akibat perbuatannya, para tersangka diancam dengan Pasal 197 UU Nomor​ 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved