Korupsi Kepala Daerah

Bupati Rita Widyasari Batal Terima Penghargaan Antikorupsi karena Alasan Ini

Ketua Umum BPI KPNPA Tubagus Rahmat mengatakan,Rita belum melakukan konfirmasi kehadiran di acara tersebut.

Bupati Rita Widyasari Batal Terima Penghargaan Antikorupsi karena Alasan Ini
Wartakotalive.com/Alija Berlian Fani
Ketum BPI KPNPA Tubagus Rahmat di Hotel Santika BSD, Tangsel, Rabu (27/9/2017) 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, SERPONG -- Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, mengaku ke Jakarta untuk menghadiri acara award antikorupsi.

Dia mengaku akan mendapat penghargaan dari Badan Peneliti Independen Kekayaan ‎Penyelenggaraan Negara dan Pengawasan Anggaran (BPI KPNPA) yang acaranya semula diselenggarakan di Serpong, Rabu (27/9/2017).

Karena itu, Rita Widyasari mengaku heran dan terkejut jika tiba-tiba muncul pemberitaan bahwa dirinya terkena operasi tangkap tangan (OTT) atau dipanggil KPK dalam kasus tindak pidana korupsi.

Rita  mengaku mendapat undangan khusus dari BPI KPNPA untuk menghadiri penghargaan tersebut.

Baca: Inilah Perlawanan dan Curhatan Bupati Kutai Kartanegara, Rita: Jadi Tersangka Bukan Akhir Hidup

Tetapi, bantahan justru datang dari Ketua Umum BPI KPNPA Tubagus Rahmat Sukendar.

Dia mengatakan, Rita belum melakukan konfirmasi kehadiran di acara tersebut.

"Kalau konfirmasi kehadiran belum ada dari beliau kepada kita, yang saya terima dari pesan di medsos (media sosial) ternyata beliau mengunggah kita punya acara. Berarti beliau menerima undangan tapi sampai saat ini belum ada konfirmasi kehadiran," kata  Rahmat saat ditemui di Hotel Shantika BSD, Tangerang, Rabu.

Menurut Rahmat, nama bupati Kuar Rita pun saat ini sudah tidak berada dalam list pemberian penghargaan karena saat ini dirinya tengah menjadi tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved