Bersama Anak Mendaki Gunung Kinabalu (3)

Pendakian Gunung Kinabalu (4.095m), pucuk daratan tertinggi di Pulau Kalimantan menjadi salah satu magnet wisatawan berkunjung ke Sabah, Malaysia.

Bersama Anak Mendaki Gunung Kinabalu (3)
Dokumen pribadi
Pemandangan dari puncak ke arah The Low's Gully. 

Pendakian Mt. Kinabalu dikelola sangat profesional. Tak ada sampah, khawatir tersesat plus penginapan mewah di ketinggian 3.272 mdpl. Pendaki tinggal menyiapkan mental, fisik dan keterampilan.

Hotel Laban Rata di ketinggian 3.000-an meter.
Hotel Laban Rata di ketinggian 3.272 meter. (Dokumen pribadi)

Sampah? No Way!

Gunung (Mount, Mt) Kindabalu yang berketinggian 4.095 meter di atas permukaan laun (mdpl) adalah gunung tertinggi di Pulau Borneo (Kalimantan) yang masuk dalam wilayah geografis Sabah, Malaysia.

Oleh sebab itu, jenis vegetasi dan fauna yang kita temui di sana pun mirip dengan gunung-gunung di Indonesia.

Jalur pendakian relatif bersih dari sampah.
Jalur pendakian relatif bersih dari sampah. (Dokumen pribadi)

Perbedaan paling menonjol dari Mt. Kinabalu dan gunung-gunung di Indonesia adalah manajemen operasional pendakiannya yang sangat profesional.

Hanya dibuka satu akses jalur pendakian sehingga petugas dapat mengontrol setiap orang yang masuk dalam kawasan tersebut.

Siap-siap mendaki.
Siap-siap mendaki. (Dokumen pribadi)

Sebelum mendaki, seluruh peserta wajib mendaftar di Kinabalu Parks Headquarters (1.564 mdpl) dan wajib membayar biaya yang tidak murah. Semua biaya pendaftaran dan informasi tentang Mt. Kinabalu ini sangat mudah diakses melalui situs resmi: http://www.mountkinabalu.com

Setelah mendaftar, pendaki mendapatkan tanda pengenal bertuliskan nama dan kode pendakian (name tag) yang wajib dipakai selama pendakian. Name tag ini juga wajib ditunjukkan setiap kali melewati check point. 

Jadi, tak bisa sembarangan mau mendaki lalu datang dan mendaftar.

Sebab, mereka membatasi jumlah pendaki setiap hari maksimal 130 orang. Ketika saya mendaki, mereka tengah menambah jumlah kamar di area penginapan sehingga tahun depan diharapkan dapat menampung pendaki sekitar 200 orang per hari.

Ruang tidur di Laban Rata.
Ruang tidur di Laban Rata. (Dokumen pribadi)
Halaman
123
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved