9 Hewan Langka Sitaan Dikirim ke Taman Safari, Pemilik Tidak Ditahan

"Pemilik mengaku, semua hewan langka yang dilindungi itu adalah hadiah dari pasiennya yang berhasil diobati. Tidak ada bukti dia memperjualbelikannya"

9 Hewan Langka Sitaan Dikirim ke Taman Safari, Pemilik Tidak Ditahan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
BUAYA Muara, salah satu hewan langka dan dilindungi yang disita dari kediamanan dan tempat pengobatan alternatif Ki Mijil Pamungkas di Depok, Kamis (28/9/2017). 

WARTA KOTA, DEPOK --- Sembilan ekor satwa langka yang disita dari rumah sekaligus tempat pengobatan alternatif Ki Mijil Pamungkas di Jalan Margonda Raya No 45, Pancoran Mas, Depok, Kamis (28/9/2017) pagi, segera dibawa ke Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor. Sementara itu, pemiliknya tidak ditahan dengan sejumlah pertimbangan dan dasar hukum.

Kesembilan satwa langka yang disita Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah I DKI Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah satu ekor buaya muara, dua ekor burung merak atau sepasang burung merak, empat ekor burung kakatua jambul kuning, seekor elang jawa, dan seekor elang brontok.

Baca: Sembilan Hewan Langka Disita dari Tempat Pengobatan Alternatif Ki Mijil Pamungkas

HEWAN langka yang disita dari kediamanan dan tempat pengobatan alternatif Ki Mijil Pamungkas di Depok, Kamis (28/9/2017).
HEWAN langka yang disita dari kediamanan dan tempat pengobatan alternatif Ki Mijil Pamungkas di Depok, Kamis (28/9/2017). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Semuanya langsung kami bawa dan kami serahkan ke Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor, untuk dikonservasi," kata Ketua Tim Operasi BPPH LHK Wilayah I DKI Jakarta, Joko Widodo.

Menurutnya, kondisi kesembilan satwa langka yang dilindungi itu cukup baik dan sehat.

"Selama ini sepertinya hewan dipelihara dan dirawat dengan baik. Kondisi semuanya cukup baik," kata Joko.

Ia mengatakan tidak adanya penahanan kepada Susilo selaku pemilik tempat pengobatan alternatif dan hewan langka itu karena yang bersangkutan, tidak melakukan jual beli atas hewan langka yang dipeliharanya.

""Pemilik mengaku, semua hewan langka yang dilindungi itu adalah hadiah dari pasiennya yang berhasil diobati. Tidak ada bukti dia memperjualbelikannya," kata Joko, kepada Warta Kota, Kamis (28/9/2017).

Maka, lanjutnya, pihaknya hanya menyita k sembilan ekor satwa langka yang ada di rumah tersebut. 

"Di sisi lain, sang pemilik, yakni Susilo, juga sangat koperatif saat Kami melakukan penyitaan. Dia dengan sukarela menyerahkan semua hewan langkanya untuk kami sita," papar Joko.

Dijelaskan juga, pemilik hewan sebenarnya mengaku sudah lama ingin menyerahkan semua satwa langkanya ke pihak yang berwenang. Namun, dia tidak tahu caranya dan kepada siapa.

"Pemilik mengaku sudah sekitar 3 tahun semua satwa langka itu ada di tempatnya dan semuanya adalah hadiah atau pemberian orang yang adalah pasien-pasiennya yang berhasil diobati," tutur Joko.

Penyitaan ke sembilan hewan atau satwa langka yang dilindungi itu dilakukan berdasar UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Berdasarkan undang-undang dan aturan, hewan dan satwa yang kami sita ini tidak boleh dipelihara secara pribadi kecuali memiliki izin dan prosedur yang ketat," katanya. 

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved