Rabu, 8 April 2026

Lelang Gula Rafinasi Tutup Celah Rembes ke Pasar

Pada 1 Oktober 2017, pemerintah berencana memberlakukan sistem lelang gula kristal rafinasi yang diperuntukkan hanya bagi pelaku usaha dan industri.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Tribunnews.com
Ilustrasi gula pasir 

WARTA KOTA, DEPOK - Pada 1 Oktober mendatang, pemerintah berencana memberlakukan sistem lelang gula kristal rafinasi (GKR) yang diperuntukkan hanya bagi pelaku usaha dan industri.

Lelang dianggap akan menjamin pengawasan tidak bocornya GKR ke pasar konsumsi dan hanya diperuntukkan bagi industri dan pelaku usaha.

Sistem lelang juga dianggap lebih menguntungkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mendapatkan GKR dengan harga lebih baik, di mana sebelumnya gula rafinasi cenderung dikuasai oleh pelaku usaha besar atau pemain besar.

Ketua Asosiasi Industri Kecil dan Menengah Agro (Aikma) Jawa Barat, Suyono menilai sistem lelang GKR akan menguntungkan pelaku UMKM.

Ia juga meyakini bahwa lelang gula rafinasi bertujuan agar tidak terjadi kebocoran atau rembes ke pasar konsumsi.

"Karena untuk jaminan tidak rembes ke pasar konsumsi, maka kami setuju dengan sistem lelang seribu persen," kata Suyono, Rabu (27/9/2017).

Karenanya kata Suyono, pihaknya siap mengikuti lelang gula rafinasi ini dan anggotanya siap menyerap gula rafinasi sebanyak 70.000 ton.

"Kami sudah siap semuanya lahir batin, dan semua persyaratannya sudah kami lengkapi," kata Suyono.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira mengatakan kebijakan lelang gula rafinasi, akan memberikan kepastian pasokan gula terhadap UMKM atau pelaku usaha kecil.

“Konsep ini cukup ideal untuk memberikan kepastian pasokan gula kepada UMKM,” kata Bhima.

Menurutnya, saat ini UMKM sulit bersaing karena pasokan gula didominasi oleh pemain besar. 

Lelang yang rencananya dihelat melalui sistem online ini bertujuan agar mekanisme penjualan gula rafinasi lebih transparan. 

"Selain itu, untuk mencegah terjadinya rembesan yang menurut Sucofindo mencapai 300 ribu ton, lelang gula ini akan dilengkapi dengan sistem barcode, sehingga pengawasan kemana perginya gula lebih bisa terpantau," kata dia.

Menurut Bhima saat ini yang harus diperhatikan adalah pada pengawasan pelaksanaan lelang.

"Intinya integritas pelaksana lelang harus diperketat," kata dia.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved