Breaking News:

Korupsi Kepala Daerah

KPK Geledah Kantor Dinas PU Kukar, Pegawai Tak Boleh Keluar

Sesampainya di gedung, dua personel polisi dari Polres Kukar yang menenteng senjata laras panjang, langsung berjaga-jaga di depan pintu kaca.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Gedung Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rabu (27/9/2017). 

WARTA KOTA, TENGGARONG - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Gedung Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rabu (27/9/2017).

Sekitar pukul 09.30 wita, sekitar 10 petugas KPK memasuki Gedung PU yang menyatu dengan Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat. Mereka mengendarai enam nit mobil.

Sesampainya di gedung, dua personel polisi dari Polres Kukar yang menenteng senjata laras panjang, langsung berjaga-jaga di depan pintu kaca. Setiap orang yang mau masuk ruang dicegat petugas polisi berjumlah 15 orang. Mereka dilarang masuk ke dalam. Sedangkan pegawai yang di dalam tidak diperkenankan keluar.

Baca: 1.448 Pulau di Indonesia Perlu Diverifikasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar Marli didampingi ajudannya, masuk ke ruang Dinas PU. Hingga berita ini diturunkan, petugas KPK masih melakukan penggeledahan.

Sebelumnya, pada Selasa (26/9/2017) kemarin, KPK mendatangi Kantor Bupati Kutai Kartanegara, sekitar pukul 10.00 Wita. Sejumlah orang memakai rompi KPK masuk ke ruang Sekretariat Pemkab Kukar.

Saiful Aulia Rahman, Staf RSUD di Kota Bangun yang kebetulan berada di ruang sekretariat menceritakan, ponselnya disita saat rombongan KPK masuk ruangan.

Baca: Eggi Sudjana Nilai Rizieq Shihab Tidak Pantas Diperiksa Sebagai Saksi, Apalagi Tersangka

"Semua yang ada dalam ruangan diminta untuk mengumpulkan ponsel. Rekan-rekan yang ada di dalam tidak boleh ke luar ruangan, sedangkan mereka yang di luar tidak boleh ke dalam ruangan," ungkapnya.

Semula Saiful mengira rombongan yang datang merupakan teknisi AC Kantor Pemkab. Ternyata, rombongan itu mengenakan rompi KPK.

Pantauan Tribun, sekitar lima personel polisi berjaga-jaga di depan pintu masuk gedung Sekretariat. Mereka tidak memperbolehkan orang masuk ke dalam ruangan. Bahkan, wartawan dilarang mengambil gambar dan video. Seorang wartawan TV nasional diminta untuk menghapus video yang telanjur direkamnya.

"Maaf, tidak boleh mengambil gambar. Ini sudah perintah," tegas seorang personel polisi dari Polres Kukar. (Rahmad Taufik)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved