Ketum Inkowapi Curigai Rencana Mendag Perbolehkan Peritel Modern Salurkan Barang ke Warung-warung

Rencana Kementerian Perdagangan menerapkan kebijakan berupa diperbolehkannya peritel modern menyalurkan barang ke warung tradisional dicurigai.

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi), Sharmila, mengaku mencurigai rencana Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menerapkan kebijakan berupa diperbolehkannya ritel-ritel modern menyalurkan barang ke warung-warung tradisional.

Kecurigaan itu muncul karena menurut Sharmila, kebijakan tersebut sekilas tampak menolong warung tradsional dan masyarakat sebagai konsumen. Namun sebenarnya ia seperti membuat peritel modern mengkooptasi pasar tradisional.

"Dengan dukungan jalur distribusi dan sistem yang modern, kooptasi akan berdampak sistemik secara jangka panjang di mana pasar tradisional akan semakin tergerus omsetnya," ujar Sharmila dalam perbincangan dengan media, di Bellagio, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/9).

Bagi pemilik warung tradisional, kooptasi hanya memosisikan mereka sebagai gerai mini dari ritel modern. Beruntung selama ini sudah ada beberapa pemerintah daerah (pemda) yang menolak adanya ritel modern di wilayahnya.

"Seperti bisnis lain, ritel modern dituntut selalu memperluas dan meningkatkan bisnis mereka sehingga berbagai cara akan dilakukan, termasuk melalui kebijakan Pemerintah," katanta .

Sharmila berharap, Pemerintah tak perlu membuat kebijakan yang memperbolehkan ritel-ritel modern menyalurkan barang ke warung-warung tradisional.

Bila perlu, ujarnya dengan nada tinggi, untuk mengagalkan kebijakan itu, ia akan melapor ke DPR bahkan ke pengadilan.

“Negara harus hadir dengan cara-cara yang tepat sehingga bukan sekedar populisme kebijakan yang bermata dua dan secara jangka panjang justru berbahaya bagi kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional. Mendag harus menghentikan kebijakan tersebut secepatnya,” tuturnya berapi-api.

Sebelumnya Ketua Umum Inkowapi itu tampak gusar oleh adanya rencana Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan yang akan menerapkan kebijakan berupa diperbolehkannya ritel-ritel modern menyalurkan barang ke warung-warung tradisional.

Disebutkan bahwa Menteri Perdagangan saat ini berencana menggandeng peritel besar seperti Alfamart, Indomaret, dan Hypermart yang jaringan gerainya tersebar di mana-mana.

Alasan Pemerintah, masih menurut Sharmila, agar warung-warung tradisional memperoleh harga lebih murah karena langsung memberoleh barang dari distributor besar.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved