Breaking News:

Awas Gunung Agung

Gunung Agung Awas, Warga Kesulitan Cari Pakan Rumput

Terbatasnya posko pengungsian ditambah semakin banyaknya jumlah pengungsi Gunung Agung menyebabkan warga tidak dapat membawa harta bendanya.

Warta Kota/Dwi Rizki

WARTA KOTA, PALMERAH - Terbatasnya posko pengungsian ditambah dengan semakin padatnya jumlah pengungsi Gunung Agung kini menyebabkan warga tidak dapat membawa harta bendanya, termasuk hewan ternak berukuran besar.

Sapi ataupun kerbau pun terpaksa dijual murah kepada tengkulak, sapi atau kerbau yang semula seharga Rp 12 juta hanya ditawar Rp 2 juta. Hal serupa juga terjadi pada hewan ternak lainnya seperti kambing dan babi yang dihargai hanya ratusan ribu rupiah.

Miris melihat kejamnya tengkulak, Ida Ayu Dewi Arini pun berinisiatif menawarkan rumahnya sebagai posko pengungsian sekaligus penampungan hewan ternak. Dalam akun Facebook-nya, Ida menawarkan agar para pengungsi datang ke rumahnya di Desa Baha Mengwi, Badung, Bali langsung.

Berikut postingan Ida dalam halaman akun Facebook-nya pada Minggu (24/9/2017),

Baca: Luncuran Awan Panas Gunung Agung Bisa Mencapai 300 Km/Jam

'Apabila masih ada semeton diwilayah bencana vulkanik yang memerlukan tempat penampungan ternak sapi kami menyediakan sedikit tegalan didesa BAHA MENGWI BADUNG (video terlampir) , memang lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal semeton di Karangasem atau sekitarnya, namun justru memudahkan untuk menjual ternak tersebut nantinya karena lokasi dekat dengan pasar ternak Beringkit, daripada ternak dijual murah jauh dibawah pasaran.

Selain itu kami juga menerima penampungan untuk semeton yang membutuhkan tempat tinggal selama mengungsi, diutamakan untuk semeton yang memiliki bayi/ balita ataupun lansia, terbatas hanya untuk 3-5 kepala keluarga, terdiri dari 3 kamar, 2 toilet, ruang tamu, dan sebuah aula, berlokasi di Mengwi dekat dengan pasar Mengwi dan cukup dekat dengan tegalan untuk penampungan ternak di atas.

Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi ibu dayu di 081916268333 atau pak gustu 081916413489. Semoga bisa membantu atau setidaknya meringankan beban semeton

*Mohon maaf kami tidak bisa membantu untuk transportasi ataupun penjemputan dari daerah asal, apabila ada semeton donatur yang bersedia membantu akan diterima dengan baik, suksma.'

Namun, berselang sehari usai diposting, Ida mengaku kesulitan dengan minimnya pakai rumput yang tersedia.

Dirinya kembali mengunggah permintaan tolong untuk mengetahui lokasi pakan rumput berlimpah.

"Adakah informasi tempat yg bisa dicari rumput/ sayuran sortiran pasar untuk pakan ternak sapi. Dilokasi pengungsian desa Baha Mengwi sudah terisi ternak namun saya dan pemilik sapi masih mengalami kendala untuk pakannya, mohon diinfokan untuk wilayah mengwi, penarungan, baha, gulingan, mengwitani, kapal, atau daerah lain yg mau menyumbangkan rumput atau sayur sisa sortiran pasar," tulis Ida.

"Untuk informasi, sapi yg ditampung kini baru 12 ekor, dimana selama pengungsian ini ditempat asalnya karangasem dihargai oleh tengkulak hanya sebesar 2 jt dari harga seharusnya 10 jt," tulisnya lagi.

Postingannya cepat dijawab para teman, salah satunya Dayu Arpini yang menyebutkan hewan ternak dapat diberi makan sisa sayur yang berlimpah dari Pasar Mambal.

"Pasar Mambal pagi2 ada yang buang2 sisa sayur ma pisang goreng tapi pagi jam 6," tulis Dayu.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved