Minggu, 10 Mei 2026

Dinas PU Diminta Melanjutkan Pembangunan Jalan Inspeksi Kali Apuran yang Mangkrak

Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi, meminta Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melanjutkan proyek jalan inspeksi Kali Apuran.

Tayang:
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Konsisi Jalan Inspeksi Kali Apuran, Cengkareng, Jakarta Barat 

WARTA KOTA, CENGKARENG -- Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi, meminta Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melanjutkan proyek jalan inspeksi Kali Apuran.

Pasalnya, setelah mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tidak berkuasa, pengerjaan proyek yang menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) ata Tanggung jawab Sosial Perusahaan itu mangkrak.

"Itu Dinas PU (Pekerjaan Umum). Tanya sana saja," jawabnya singkat seraya meninggalkan Warta Kota yang ingin meminta tanggapannya, Senin (25/9/2017).

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Fredy Setiawan, menjelaskan, pembiayaan pembangunan jalan inspeksi dan sheetpile (dinding penahan tanah/ turap baja --red) menggunakan dana CSR pengembang reklamasi.

"Kami akan berkoordinasi dahulu ke tingkat Provinsi untuk membahas kelanjutan pembangunan jalan dan sheetpile Kali Apuran," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pengecekan fisik pembangunan jalan dan sheetpile Kali Apuran yang saat ini dilaporkan mengalami kerusakan.

"Nanti akan kami laporkan secara menyeluruh kondisi yang ada di lapangan saat ini dan kelanjutan proyek pembangunan jalan dan sheetpile Kali Apuran," tambahnya.

Pembangunan jalan inspeksi dan pemasangan sheetpile di sepanjang Kali Apuran, Cengkareng, Jakarta Barat hingga saat ini tak kunjung rampung.

Semula, pembangunan jalan dan sheetpile di kedua sisi Apuran dijadwalkan rampung pada akhir 2016. Namun, hingga saat ini tidak ada lagi aktifitas pengerjaan betonisasi di kedua sisi bantaran kali Apuran.

Berdasarkan hasil pemantauan Warta Kota, kondisi dua sisi ruas jalan di sepanjang bantaran Kali Apuran hingga kini masih berupa tanah dan bergelombang.

Padahal, Pemkot Jakarta Barat telah menertibkan ratusan rumah di kedua sisi bantaran sungai pada 23 Februari 2016.

Sejumlah gubuk liar tampak kembali berdiri di sisi bantaran sungai. Tidak ada aktifitas proyek pemasangan sheetpile dan pengecoran jalan di kedua sisi bantaran kali.

N Tamba (60), warga Kedaung Angke, mempertanyakan kelanjutan pembangunan jalan dan sheetpile di sepanjang bantaran Kali Apuran.

"Akibat belum jelas kelanjutan pembangunan jalan dan sheetpile di Kali Apuran ini, rumah warga terancam tergenang saat hujan lebat mengguyur, " ujarnya.

Tamba mengaku, terhentinya pembangunan jalan dan sheetpile di sepanjang Kali Apuran mengakibatkan jalan sepanjang 1,3 kilometer gelap gulita pada malam hari. Beberapa kali terjadi aksi kejahatan.

"Warga sepakat akan mengadu ke gubernur untuk menagih penyelesaian pembangunan jalan dan sheetpile sepanjang Kali Apuran. Banyak yang sudah rusak padahal jalannya belum digunakan," ungkapnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved