Jumat, 24 April 2026

VIDEO: Anggota MLM Mengaku Ditipu Ratusan Juta Hingga Miliaran Rupiah

"Banyak yang merugi dari puluhan, ratusan dan bahkan miliyaran rupiah yang sesuai paket per akun.

Editor: Ahmad Sabran

WARTA KOTA, JAKARTA- Sejumlah warga dari berbagai daerah  menggeruduk sebuah rumah toko (Ruko) berlantai lima yang sempat ditempatkan perusahaan berbasis Multi Level Marketing (MLM), yakni Mi1 (MiOne), di Jalan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (25/9/2017) sore. Mereka pun akui mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta.

"Saya Nelly, dari Nunukan Kalimantan Utara. Saya mewakili teman-teman saya Kalimantan Utara, perbatasan dengan Malaysia Timur. Ke sini, saya merasa terdesak, kecewa dan sakit hati, karena ditipu secara langsung soalnya. Awalnya saya masuk ke sini direktur temannya saya ustad. Setelah itu saya menginvestasikan yang dimana saya sampai jual mobil saya dan diinvestasikan ke PT Mione Global Indonesia," terangnya.

Ia menerangkan, ia merasa malu ke saudara, teman, dan kerabatnya lantaran dirinya sudah mengajak ikut serta menginvestasikannya ke perusahaan berbasis MLM itu.

"Saya merasa beban moral. Saya juga merugi ratusan juga rupiah. Jadi perusahaan ini ajak orang untuk berbisnis jualan pulsa handphone dan pulsa listrik," jelasnya yang juga sebagai member di perusahaan tersebut.

Baca: 2.700 Member nikahsirri.com Banyak Pakai Identitas Palsu, Polisi Kesulitan Selidiki

Sementara itu, seorang member asal Jakarta, Ritman (49) akui, PT Mi One Global Indonesia dimiliki seorang pria berkebangsaan Malaysia, Lim Kok Chang.

"Perusahaan ini, bergerak dalam investasi jual-beli pulsa elektrik dan token listrik. Kami, juga diming-imingi keuntungan yang besar. Sekitar 53 ribu orang telah jadi member di perusahaan ini. Membernya itu semua berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Saat ini juga ada beberapa perwakilan datang ke sini," papar Ritman, saat ditemui di lokasi.

Dijelaskannya, setiap member tertipu dengan menyetor uang investasi dimulai dari puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah.

"Banyak yang merugi dari puluhan, ratusan dan bahkan miliyaran rupiah yang sesuai paket per akun. Tapi hingga kini manajemen perusahaan tersebut seakan-akan melarikan diri. Parahnya, kantor tersebut pun telah habis masa kontrak di perukoan itu. Tak ada satupun managemen memberikan informasi. Kami hanya ingin uang kami kembali," jelasnya.

Ia memastikan, para member akan menempuh jalur hukum atas kasus tersebut. Pelaporan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) di Mabes Polri telah dilakukannya pagi tadi.

"Kami sudah laporan ke kepolisian pagi tadi ya dan Kedepannya akan dilakukan penyelidikan," jelasnya kembali. (BAS)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved