Menggelorakan Lagi Tari Tayub dan Seni Ngibing versi Nganjuk di Depan Kaum Perantau

Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (24/9/2017) menggelorakan lagi tari Tayib dan seni ngibing di sela-sela penampilan duta seni mereka di TMII.

Menggelorakan Lagi Tari Tayub dan Seni Ngibing versi Nganjuk di Depan Kaum Perantau
Warta Kota/Feryanto Hadi
Para penari asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (24/9/2017) membawakan tari Tayub atau lebih dikenal dengan istilah tayuban di Anjungan Provinsi Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Tarian ini merupakan bagian dari Pergelaran Tari Daerah, Musik Campur Sari, Seni Pertunjukan Cerita dan Langen Tayub Duta Seni Kabupaten Nganjuk yang digelar oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Nganjuk. 

WARTA KOTA, CIPAYUNG--Anjungan Provinsi Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta menggelar pagelaran kesenian dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (24/9).

Sejumlah pertunjukkan ditampilkan baik cabang kesenian wayang orang yang mengusung cerita Kidung Argojali; musik campur sari; tari daerah dengan andalan yakni Langen Tayub yang dibawakan para duta seni Kabupaten Nganjuk.

Pertunjukkan dimulai dengan Bedhayan, yang merupakan tarian pembuka sebelum pertunjukan tayub dimulai. Bedhayan dilakukan oleh sejumlah penari. Sesudah itu baru pertunjukkan utama dimulai, ketika para penari mengawalinya dengan gerakan lemah gemulai dalam tangga dramatik yang lamban hingga tarian memasuki irama yang lebih rancak.

Ada pemandangan menarik ketika tayuban ini dibawakan. Para penonton atau tamu ikut menari bersama para penari tayub. Adegan ini memang lazim.

Pada suatu upacara penyambutan, tamu yang dipandang terhormat lazim didaulat untuk menari bersama para penari. Di sejumlah daerah yang punya tarian sejenis adegan ini kerap disebut ngibing dan mereka --umumnya pria -- disebut pengibing.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk, Gondo Haryono, mengatakan, tayuban menjadi tarian khas Nganjuk yang selalu dihadirkan pada setiap penyambutan tamu. Kegiatannya bisa formal maupun non-formal berupa hajatan yang berlangsung di masyarakat.

"Acara ini merupakan bagian dari upaya pelestarian dan promosi kepada masyarakat di Jakarta mengenai potensi Nganjuk, baik di bidang wisata, kuliner, dan terutama keseniannya termasuk Langen Tayub yang sudah sangat terkenal," katanya di sela-sela acara, Minggu (24/9).

Tayuban Versi Nganjuk -- Para penari Tayub asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (24/9/2017) membawakan tari Tayub atau tayuban di Anjungan Provinsi Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Tayuban Versi Nganjuk -- Para penari Tayub asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (24/9/2017) membawakan tari Tayub atau tayuban di Anjungan Provinsi Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Seni Tayub sudah begitu familiar bagi masyarakat sejumlah daerah di bagian timur Jawa Tengah serta kota-kota di Jawa Timur.

Tayuban sendiri pada dasarnya merupakan tari pergaulan, namun dalam praktiknya ia bisa bersifat romantis; bisa pula berbau erotis.

Di sejumlah perkampungan, biasanya, orang yang punya hajatan akan nanggap Tayub. Para tamu pria akan tampil ngibing dan 'nyawer'. Karena hal itulah kemudian Tayub distigma sebagai seni yang negatif oleh sebagian orang. Tayub dikatakan sebagai seni erotis yang kerap membuat para pria 'kalap' saat mengibing.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved