Awas Gunung Agung

Gempa Terus Terjadi Indikasi Tekanan Magma Gunung Agung Makin Kuat

"Dari periode ini terjadi dua kali gempa yang dirasakan, dengan skala IV MMI," papar Suantika.

TRIBUN BALI
Gunung Agung 

WARTA KOTA, AMLAPURA - Aktifitas gunung Agung terus meningkat hingga Minggu (24/9/2017).

Hal tersebut disampaikan Kabid Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementrian ESDM, I Gede Suantika, di Pos Pengamatan PVMBG, Desa Rendang, Karangasem.

Seperti dilansir Tribun Bali, semenjak status Gunung Agung ditetapkan ke level IV awas aktivitasnya semakin meningkat.

Meningkatnya aktifitas gunung terbesar di Bali ini dicirikan dengan semakin banyaknya gempa-gempa vulkanik dalam, dangkal, serta gempa teknonik.

"Kegempaan yang kami rekam besarnya semakin hari kian meningkat, dan itu berupa gempa-gempa terasa. Meningkatnya aktifitas kegempaan menunjukan bahwa dobrakan tekanan magma ke atas itu kian nyata dan kuat," terangnya.

Tercatat, aktifitas kegempaan pada hari Minggu (24/9/2017) sejak pukul 00.00 - 06.00 Wita telah terjadi 178 kali gempa vulkanik dalam.

Sedangkan vulkanik dangkal 109 kali ,dan 13 kali gempa teknonik lokal. Dari kegempaan yang terjadi itu, hanya satu kali gempa yang rasakan dengan skala IV MMI.

Selanjutnya terhitung dari pukul 06.00 - 12.00 Wita telah terjadi 154 kali gempa vulkanik dalam, 102 kali vulkanik dangkal, dan telah terjadi 29 kali gempa teknonik lokal.

"Dari periode ini terjadi dua kali gempa yang dirasakan, dengan skala IV MMI," papar Suantika.

Ditanya gempa yang getarannya dirasakan, dan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, pihaknya mengatakan gempa tersebut berkekuatan 3,2 skala ricther.

"Itu menunjukan energi di dalam Gunung Agung semakin besar, dan mungkin penutupnya atau berupa lapisan permukaan Gunung Agung ini semakin lemah dengan adanya tekanan dari dalam. Itu yang menyebabkan gunjangan terasa," jelas Suantika.

Ditambahkan Suantika, munculnya kepulan asap putih dari kawah gunung tadi pagi sekira pukul 06.00 Wita mengindikasikan terjadinya pemanasan terus menerus.

"Tadi pagi juga kami lihat ada kepulan asap putih dari kawah. Itu mengindikasikan adanya pemanasan terus menerus. Begitu magmanya mendekat ke permukaan, pemanasan air lebih dulu menjadi uap. Ini yang menyembul ke atas," paparnya.(Putu Candra)

Editor: Murtopo
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved