Jumat, 24 April 2026

Bubarkan Peribadatan, Joker Akhirnya Minta Maaf

Akhirnya Joker mengakui kesalahannya, atas hal tersebut ia pun menuliskan surat pernyataan atas tindakan yang dilakukan.

Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Seorang pria membawa kampak dan golok terekam kamera membubarkan acara keagamaan anak-anak. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, CAKUNG -- Aksi yang dilakukan oleh M. Nasoem Sulaiman alias Joker atas perbuatannya melakukan pembubaran peribadatan di Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, pada Sabtu (23/9) berujung perdamaian.

Akhirnya Joker mengakui kesalahannya, atas hal tersebut ia pun menuliskan surat pernyataan atas tindakan yang dilakukan.

Baca: VIDEO: Pria Bawa Kampak dan Golok Bubarkan Acara Keagamaan Anak-anak di Rusunawa Pulogebang

Dalam surat pernyataan tersebut ia mengaku khilaf, karena kondisi pulang kerja.

Ia pun menyatakan bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatan yang telah ia lakukan, bahkan jika ia mengulangi kembali, ia pun bersedia dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Kejadian tersebut berawal ketika Sabtu (23/9) pukul 18.30 wib, saat ada kegiatan ibu-ibu dilantai 3 blok F Rusunawa Pulogebang sedang mengadakan kegiatan sekolah anak sabtu Ceria komunitas Kristen Manado.

Menurut saksi mata, Jaelani mengatakan ketika kegiatan di lantai 3 berlangsung, datanglah Joker dengan membentak-bentak bahwa dia merasa terganggu dengan kegiatan tersebut.

"Yang bersangkutan ini selesai bekerja langsung mendatangi tempat acara serta marah marah dengan membuat gaduh, teriak teriak memaki ibu ibu dengan menenteng gergaji besi dan kampak," kata Jaelani selaku Ketua RT setempat, Minggu (24/9)

Dari pengakuanya Joker merasa terganggu ketika pulang kerja di lantai bawah saat mengerjakan toren air masjid.

(*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved