Divonis 11 Tahun Penjara, Bupati Klaten ini Hanya Bisa Menangis di Ruang Tahanan

Terdakwa kasus suap dan gratifikasi Bupati Klaten non-aktif, Sri Hartini, terlihat hanya bisa menangis di ruang tahanan Pengadilan Tipikor Semarang.

(KOMPAS.com/Nazar Nurdin)
Bupati Klaten non-aktif, Sri Hartini, dituntut 12 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (28/8/2018).(KOMPAS.com/Nazar Nurdin) 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Terdakwa kasus suap dan gratifikasi Bupati Klaten non-aktif, Sri Hartini, terlihat menangis di ruang tahanan Pengadilan Tindak Pidana Koruosi (Tipikor) Semarang.

Tangisan itu pecah setelah Sri dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan denda sebesar Rp 900 juta atau setara pidana kurungan sepuluh bulan oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Semarang, dalam kasus suap dan gratifikasi yang menjeratnya.

"Terdakwa secara sadar melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," ujar Ketua Majelis Hakim Antonius Wijantono, membacakan amar putusannya, Rabu (20/9/2017).

Sri sendiri tampak hanya bisa bersandar di kursi pesakitan saat mendengarkan vonis tersebut.

Majelis hakim menyebut terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut serta melanggar pasal 12A, UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 Jo pasal 64 ayat 1 KUH Pidana.

Terdakwa juga dijerat Pasal 12 huruf B UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang pasal 65 KUH Pidana.

Dalam sidang itu terungkap hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatannya masuk dalam tindak pidana yang harus diberantas.

Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa sudah memiliki keluarga dan belum pernah dipidana.

Setelah vonis dijatuhkan, majelis hakim menawarkan banding kepada terdakwa maupun jaksa penuntut umum.

Namun kedua belah pihak memilih untuk pikir-pikir atas vonis majelis hakim. "Kami pikir-pikir majelis hakim, " ujar terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum.

Setelah mendengarkan pernyataan hakim, terdakwa bergegas menuju ruang tahanan Pengadilan Tipikor. (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Berita ini sudah tayang di Tribun Jateng dengan judul: Divonis 11 Tahun Penjara, Bupati Klaten Nonaktif Sri Hartini Menangis di Ruang Tahanan

Editor:
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved