Breaking News:

10 Tahun Lagi TPST Bantargebang Kelebihan Muatan Sampah

Tumpukan sampah di sana akan menjulang tinggi hingga 30 meter lebih, bila DKI Jakarta tidak menentukan teknologi untuk mengolah sampah tersebut.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata (pakai topi), berkunjung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik DKI Jakarta, Rabu (20/9/2017). 

WARTA KOTA, BEKASI - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik Pemprov DKI Jakarta, diproyeksikan bakal kelebihan muatan (overload) pada 2027 mendatang.

Tumpukan sampah di sana akan menjulang tinggi hingga 30 meter lebih, bila DKI Jakarta tidak menentukan teknologi untuk mengolah sampah tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis TPST Bantargebang pada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, setiap hari jumlah sampah yang masuk ke TPST mencapai 6.500-6.700 ton per hari. Sampah yang masuk, kata dia, hanya ditumpuk di lahan seluas 110 hektare tersebut.

Baca: Warga Bantargebang Bekasi Merasa Dibohongi Pemprov DKI Jakarta

"Kalau hanya ditumpuk saja, perkiraan akan penuh 10 tahun mendatang," kata Asep, Kamis (21/9/2017).

Asep mengatakan, saat ini pengelolaan sampah hanya ditumpuk, karena DKI masih menunggu proses lelang dalam pengadaan sistem sanitary landfill (tumpukan tanah) dan geomembran. Bila pengadaan dua item itu sudah terlaksana, umur TPST akan lebih panjang hingga 2032 mendatang.

"Kita siapkan Rp 28 miliar untuk pengadaan sanitary landfill dan geomembran," ujarnya.

Baca: Nilai Pengelolaan TPST Bantargebang Alami Kemunduran, Legislator Bekasi Bakal Panggil Djarot

Dia merinci, tanah uruk untuk sanitary landfill membutuhkan dana sekitar Rp 13 miliar. Sedangkan geomembran sebagai alat penutup pada tumpukan sampah mencapai Rp 15 miliar. Geomembran dipakai menutup gunungan sampah agar terhindar dari hujan, karena gunungan sampah itu isinya air dan gas," jelas Asep.

"Dengan adanya geomembran, otomatis gunungan sampah yang kini mencapai 20-25 meter akan menyusut, karena gunungan sampah tersebut tak terkena hujan," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved