Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Pernah Tersebar Flu Burung, Tangsel Adakan Simulasi Penanganan Influenza

Pada 2005 wilayah Kota Tangsel terkena penyebaran virus flu burung. Saat ini simulasi Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza pun digelar.

Editor: Fred Mahatma TIS
m9/Alija Berlian Fani
MENTERI Kesehatan RI Nila F Moeloek (kiri) didampingi Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany meninjau lokasi simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza di lapangan Puspitek, Setu, Kota Tangerang Selatan, Selasa (19/9/2017). 

WARTA KOTA, SETU --- Menjadi daerah yang pada tahun 2005 silam terkena penyebaran virus flu burung, kini Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengadakan simulasi Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza.

Simulai yang dilakukan mulai hari ini 19 September sampai 20 September 2017 diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek dan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany di Puspitek, Setu, Tangsel.

"Penanggung jawab adalah TNI dan dikoordinasi oleh kami, saya sebagai wali kota menyatakan tangap darurat bencana. Nanti ada posnya, di lapangan BNPB, Kemenkes, TNI, dan Polri," kata Airin saat sedang meninjau ke lapangan simulasi, Selasa (19/9/2017).

Baca: Menkes: PCC Itu Obat Ilegal!

Ada beberapa lokasi yang telah dipilih sebagai tempat penyelenggaraan simulasi di Tangsel antara lain di Kelurahan Setu, Puskesmas Setu, Pasar BSD, RS Eka hingga kawasan Puspitek dan BATAN.

Salah satu tujuan diselenggarakannya simulasi ini adalah untuk menguji kemampuan pemerintah di tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga masyarakat lokal dalam memberi respons yang cepat dan tepat ketika sinyal pandemi influenza muncul.

Simulasi ini juga diselenggarakan untuk menguji efektivitas protokol dan rencana kontijensi maupun operasional yang akan digunakan untuk penanggulangan episenter.

Baca: IKM Tangsel Berharap Tampil di Ajang Trade Expo Indonesia

"Kami (pemkot) mendukung penuh simulasi ini, kegiatan ini melibatkan seluruh komponen dan lintas sektor, mulai dari tingkat pusat hingga masyarakat," terangnya.

Menurut Airin, simulasi ini juga mendapatkan dukungan penuh dari World Health Organization (WHO) dan akan menjadi dasar pembentukan Standar Operasional Protocol (SOP) saat menangani penyakit influenza.

"Di simulasi ini, yang terkena virus nantinya akan diseterilkan, tidak boleh kemana-mana, makanya ini (Rumah Sakit Lapangan) disiapkan bagi mereka. Ini merupakan simulasi yang nanti menjadi SOP dari WHO," jelas Airin. (m9/Alija Berlian Fani)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved