Breaking News:

Kivlan Zein: YLBHI Rapat Pakai Kacamata Lambang Marxisme

Kedatangan Kivlan Zein guna melaporkan Ketua YLBHI Bidang Advokasi Muhammad Isnur, atas tuduhan pencemaran nama baik.

WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Kivlan Zein saat mendatangi Bareskrim Polri, Selasa (19/9/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein mendatangi Bareskrim Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Kedatangan Kivlan Zein guna melaporkan Ketua YLBHI Bidang Advokasi Muhammad Isnur, atas tuduhan pencemaran nama baik. Hal itu menyusul adanya tudingan bahwa Kivlan menjadi dalang pengepungan kantor LBH pada Minggu (17/9/2017) lalu.

"Karena itu saya melaporkan. Saya tidak ada ikut di dalam sebagai operator atau sebagai dalang. Dan saya tidak hadir dalam acara itu, baik pada waktu Hari Sabtu atau Minggu. Malah Hari Minggu saya ada di Bogor," kata Kivlan di Gedung Bareskrim.

Baca: Fadli Zon Nilai Logika Jokowi Salah Soal Presidential Threshold

Kivlan mengklaim telah membawa sejumlah barang bukti terkait tudingan Muhammad Isnur yang dikatakan di Komnas Perempuan, saat menggelar konferensi pers pada Senin (18/9/2017) silam.

"Ada yang barbuk media online. Bukti satu lagi ada kiriman di FB dan WA saya, bahwa mereka ada rapat dan makai lambang kacamata seperti Marxisme," ungkap Kivlan.

"Itu juga bukti, iya toh? Udah dari ucapan kelihatan buktinya toh. Bukti satu lagi bahwa tetap rapat itu ada kiriman di Facebook saya ada kiriman di WA saya, mereka (YLBHI) ada rapat dan mereka pakai lambang kacamata Marxisme, Karl Marx," tuturnya.

Baca: Hampir 40 Persen Dana Haji Sudah Digunakan untuk Infrastruktur Sejak 2010

Namun tak lama berselang, Kivlan bersama tim penasihat hukumnya keluar dari Gedung Bareskrim. Penyidik menilai bukti pelaporan yang dibawa Kivlan Zein belum cukup kuat untuk mempolisikan Muhammad Isnur.

"Laporan sama bukti-buktinya kurang," ujar Kivlan sembari berjalan keluar Gedung Bareskrim Polri.

Sementara, penasihat hukum Kivlan Zein, Mohammad Yuntri, menjelaskan, pihaknya masih perlu melengkapi sejumlah barang bukti berupa video dan press release. Dia menyebut akan kembali lagi setelah melengkapi itu semua.

"Tadi kan laporan pendahuluan, bahwa kami punya kepentingan, nama kami ini dicemarkan, padahal tidak demikian. Dengan demikian kami mendahului, melengkapi syarat, baru kami laporkan secara resmi. Laporan sudah, tapi perlu ada bukti yang perlu dilengkapi," jelasnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved