Warga di Jalur SSA Depok Pasang Bendera Setengah Tiang

Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Jalan Nusantara sejak SSA diterapkan pada 29 Juli, membuat ruas jalan itu disebut warga sebagai jalur neraka.

Warga di Jalur SSA Depok Pasang Bendera Setengah Tiang
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Warga Perumnas Depok Satu, RW 03, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, memasang bendera setengah tiang, Senin (18/9/2017), sebagai tanda keprihatinan atas korban meninggal dunia karena kecelakaan di jalur sistem satu arah (SSA) di Jalan Nusantara. 

WARTA KOTA, DEPOK - Adanya korban meninggal dunia karena kecelakaan di jalur sistem satu arah (SSA) di Jalan Nusantara, Depok, membuat sejumlah warga yang tinggal di jalur tersebut, memasang bendera setengah tiang di depan rumah mereka, Senin (18/9/2017).

Pemasangan bendera setengah tiang di Perumnas Depok Satu, RW 03, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, merupakan tanda keprihatinan warga dan wujud berduka cita atas meninggalnya korban.

Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Jalan Nusantara sejak SSA diterapkan pada 29 Juli, membuat ruas jalan itu kini disebut warga sebagai jalur neraka.

Baca: Jalur Neraka Sistem Satu Arah di Depok Akhirnya Makan Korban Jiwa

Nuryadin, warga RW 03, Kelurahan Depok Jaya yang memasang bendera setengah tiang di depan rumahnya menuturkan, apa yang dilakukan warga ini merupakan bentuk penghormatan kepada korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalur SSA. Sebab, kata Nuryadin, mereka merupakan korban dari diterapkannya kebijakan SSA yang tidak tepat.

"Warga di RW 03 Depok Jaya secara spontan memasang bendera setengah tiang, karena adanya korban meninggal dunia, akibat kecelakaan di Jalan Nusantara sebagai dampak penerapan SSA. Ini bentuk keprihatinan kami, dan sebagai rasa turut berduka cita yang sedalamnya," kata Nuryadin yang juga Wakil Ketua RW 03, Kelurahan Depok Jaya, kepada Warta Kota, Senin (18/9/2107).

Menurutnya, dengan hal ini, diharapkan penerapan uji coba SSA oleh Pemkot Depok, ditinjau ulang.

Baca: Nyasar di Simpang Susun Semanggi Lalu Nyinyir, Habiburokhman Dianggap Sakit

"Sebab, faktanya puluhan kecelakaan sudah terjadi di Jalan Nusantara sejak diterapkannya SSA, dan bahkan kini memakan korban tewas," imbuh Nuryadin.

Ia mengatakan, sejatinya Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika yang kanan kirinya merupakan permukiman padat penduduk, banyak sekolah, terdapat beberapa pasar serta deretan usaha ritel, tidak tepat diterapkan SSA.

"Kalau dipaksakan seperti sekarang, ya akhirnya seperti ini. Banyak kecelakaan dan memakan korban jiwa," ujar Nuryadin.

Baca: Rp 99,34 Triliun Dana Haji Bakal Dikelola 100 Pegawai BPKH

Ia mengatakan, saat ini sudah ada belasan warganya, terutama yang tinggal di sisi Jalan Nusantara, memasang bendera setengah tiang di depan rumahnya, sebagai tanda keprihatinan dan duka cita.

"Berawal dari spontan, Pak RW 03 secara lisan tadi sudah mengimbau warga lainnya agar pasang bendera setengah tiang di depan rumah mereka, untuk menghormati korban meninggal di jalur SSA dan sebagai bentuk keprihatinan," jelasnya. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved