Diterpa Isu Pil PCC, Omzet Pasar Pramuka Anjlok 60 persen

"Barang sitaan tersebut bukan dari pedagang di Pasar, melainkan Itu oknum yang bisa disebut freelance (calo obat)," kata Yoyon.

Joko Supriyanto
Suasana perdagangan obat-obatan di Pasar Pramuka, Senin (18/9). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Adanya isu peredaran pil PCC di Pasar Pramuka membuat para pedagang merasa resah.

Bagaimana tidak, adanya isu tersebut membuat omzet pedagang turun hingga 60 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekjen Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon, ia mengatakan bahwa isu tersebut membuat para pedagang kecewa pasalnya pil tersebut tidak dijual di Pasar tersebut.

"Adanya isu tersebut juga membuat omzet para pedagang turun hingga 60 persen, jadi ini sangat disesalkan" kata Yoyon, Senin (18/9).

Bahkan ia juga menepis jika Pasar Pramuka sebagai produksi obat Pil PCC tersebut, bahkan saat polisi mengelar razia tidak ditemukan pil tersebut.

"Pada dasarnya saya sangat khawatir dengan adanya ini, bahkan yang mengatakan adanya produksi di sini, jika dilihat tidak mungkin ukuran toko 2x2 dijadikan pabrik," katanya.

Yoyon mengatakan bahwa obat-obat yang diamankan bukan dari para pedagang namun dari calon obat.

"Barang sitaan tersebut bukan dari pedagang di Pasar, melainkan Itu oknum yang bisa disebut freelance (calo obat)," kata Yoyon.

Peran calon tersebut biasanya dilakukan secara mobile dengan modus menawarkan obat kepada konsumen yang datang.

"Masuknya dari mana, saya tidak tau, yang jelas mereka merusak pedagang disini, mereka tidak punya toko, jadi tidak mungkin kita membunuh generasi muda dengan menjual obat anti tersebut," katanya.

Untuk memberantas para calon ini, tentunya ia akan bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk menangkap para calon ini yang juga meresahkan para pedagang.

"Kita akan berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk meminta pihak kepolisian untuk memberantas freelance (calo obat) ini," katanya. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved