Breaking News:

Dishub Bantah SSA Penyebab Kecelakaan di Jalan Nusantara dan Dewi Sartika Depok

Kecelakaan lebih disebabkan perilaku pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas dan ngebut serta ugal-ugalan.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Bendera setengah tiang di rumah warga di jalur SSA di Jalan Nusantara Depok sebagai bentuk keprihatinan dan rasa turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan di jalur SSA di Depok, Senin (18/9/2107). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara Budiana menuturkan banyaknya kecelakaan kendaraan di jalur sistem satu arah (SSA) di Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika bukanlah disebabkan karena penerapan SSA di sana.

Ia menilai kecelakaan lebih disebabkan perilaku pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas dan ngebut serta ugal-ugalan.

"Jadi penyebab kecelakaan di Jalan Nusantara dan Dewi Sartika, utamanya bukan karena penerapan SSA yang mengatur sirkulasi arus lalin. Tapi lebih karena perilaku pengendara atau pengemudi yang cenderung tidak patuh aturan lalu lintas dan kemudian lalai," kata Gandara, Senin (18/9/2017).

Bendera setengah tiang di rumah warga di jalur SSA di Jalan Nusantara Depok sebagai bentuk keprihatinan dan rasa turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan di jalur SSA di Depok, Senin (18/9/2107).
Bendera setengah tiang di rumah warga di jalur SSA di Jalan Nusantara Depok sebagai bentuk keprihatinan dan rasa turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan di jalur SSA di Depok, Senin (18/9/2107). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Apalagi kata dia di sepanjang jalur SSA pihaknya sudah memasang sejumlah rambu lalu lintas mulai dari peringatan hati-hati dan dilarang ngebut, yang sejatinya mesti dipatuhi pengendara.

"Juga ada pita kejut yang kita pasang di Jalan Nusantara. Mengenai efektif tidaknya, itu kembali lagi ke perilaku pengendara dan pengemudinya," kata Gandara.

Seperti diketahui, selama diterapkannya ujicoba sistem satu arah (SSA) di Jalan Nusantara, dan Jalan Dewi Sartika, Depok, sejak 29 Juli lalu serta di Jalan Arief Rahman Hakim (pukul 15.00-22.00) dua pekan kemudian, sudah ada 2 korban tewas atau meninggal dunia akibat kecelakaan di sana.

Bendera setengah tiang di rumah warga di jalur SSA di Jalan Nusantara Depok sebagai bentuk keprihatinan dan rasa turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan di jalur SSA di Depok, Senin (18/9/2107).
Bendera setengah tiang di rumah warga di jalur SSA di Jalan Nusantara Depok sebagai bentuk keprihatinan dan rasa turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan di jalur SSA di Depok, Senin (18/9/2107). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Satu orang pengendara motor atas nama Supriyatna Chandra tewas akibat ditabrak Avanza hitam yang langsung kabur di Jalan Nusantara, sementara seorang lainnya yakni penyeberang jalan atas nama Khrisna, pegawai apotek, tewas ditabrak mobil di Jalan Dewi Sartika, Depok, pada malam hari.

Kecelakaan kepada mereka di jalur SSA, terjadi sekitar satu atau dia pekan lalu.

Karena hal itulah, sejumlah warga di Jalan Nusantara di jalur SSA Depok, berinisiatif memasang bendera setengah tiang di depan rumah mereka, sebagai bentuk keprihatinan dan bela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa akibat kebijakan SSA.

Bendera setengah tiang di rumah warga di jalur SSA di Jalan Nusantara Depok sebagai bentuk keprihatinan dan rasa turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan di jalur SSA di Depok, Senin (18/9/2107).
Bendera setengah tiang di rumah warga di jalur SSA di Jalan Nusantara Depok sebagai bentuk keprihatinan dan rasa turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan di jalur SSA di Depok, Senin (18/9/2107). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Jadi sudah ada dua orang meninggal dunia di jalur SSA ini. Kedua korban yang tewas itu, dua-duanya warga Beji, Depok. Kami prihatin dan turut berduka cita. Karenanya kami warga di jalur SSA pasang bendera setengah tiang di depan rumah kami," kata Nuryadin, Wakil Ketua RW 03, Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok, kepada Warta Kota, Senin (18/9/2017).

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved