Waspadai Pneumonia Akibat Cuaca Ekstrem di Bekasi

Kusnanto mengatakan, penyakit pneumonia lebih sering menyerang anak-anak karena kekebalan tubuhnya masih lemah.

Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Para orangtua di Kota Bekasi berhati-hatilah dengan ancaman penyakit pneumonia yang menyerang anak-anaknya. Sebab, sejak sebulan terakhir, suhu di Kota Bekasi mencapai 34 derajat celcius.

"Sekarang sedang masuk cuaca pancaroba, sehingga rawan terkena penyakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi, Minggu (17/9/2017).

Kusnanto mengatakan, penyakit pneumonia lebih sering menyerang anak-anak karena kekebalan tubuhnya masih lemah. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak bisa terkena penyakit mematikan ini.

Baca: Ini Dia TKI Teladan 2017, Enam Tahun Kerja di Korea Selatan Tak Pernah Bolos

"Penyakit ini menular melalui udara dari lingkungan dan pola hidup yang kurang sehat seperti merokok," ujar Kusnanto.

Dia menjelaskan, gejala awal penyakit ini adalah batuk, pilek, demam, inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mual, muntah, dan diare. Bila masyarakat mengalami gejala tersebut, kata Kusnanto, sebaiknya memeriksakan diri ke layanan kesehatan yang disediakan pemerintah maupun rumah sakit swasta.

"Untuk berobat di puskesmas, masyarakat tidak perlu membayar. Layanan kesehatan di sana sudah digratiskan," jelasnya.

Baca: Minta Investor Manfaatkan Momentum Ekonomi, Jokowi: Yang Di-wait Apa, yang Di-see Apa?

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dari tahun 2016 sampai sekarang, jenis penyakit Pnemoenia sudah menyerang 5.033 orang. Petugas Dinas Kesehatan melalui puskesmas di tingkat kelurahan dan kecamatan, terus ke lapangan guna mendeteksi penyakit tersebut di kalangan masyarakat.

"Warga banyak yang tidak tahu penyakit ini, sehingga dianggap penyakit biasa. Namun perlu ditindak serius karena berdampak pada kematian," katanya.

Menurut Kusnanto, kondisi tersebut akan terus berlangsung sampai cuaca ekstrem berakhir, atau memasuki musim hujan. Sayangnya, dia mengaku, tak tahu pasti sampai kapan cuaca panas luar biasa berakhir. Sebab, cuaca saat ini tak dapat diprediksi.

Baca: Teten Masduki: Masa Presiden Ngurusin Jonru?

"September biasanya sudah hujan, buktinya sekarang tidak," ucapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Bekasi Dezi Sukrawati menambahkan, masyarakat tidak perlu risau dengan penyakit ini, karena bisa disembuhkan. Namun, ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti anak-anak dan lanjut usia.

Bagi anak-anak bisa diantisipasi dengan cara vaksinasi. Sementara, orang lansia bisa menjaga pola hidup seimbang dengan beristirahat, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat.

"Jangan merokok juga, dan jaga kebersihan lingkungan rumah untuk meminimalisir penyebaran penyakit ini," imbau Dezi. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved