Warga Bantah Keterangan sejumlah Pihak dan Optimis Kampung Bayam jadi Percontohan

Kampung Bayam bakal menjadi kampung percontohan yang baik, untuk warga lain yang tinggal di kamlung lainnya di Jakarta Utara.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Diketahui, Kampung Bayam ini sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun lamanya. Tidak hanya itu saja, selain kumuh Kampung Bayam ini diduga sebagai tempat pelarian sejumlah preman dan pengemis hingga pemulung. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Sejumlah warga di Kampung Bayam, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, memohon ke Wali Kota Jakarta Utara, Husein Murad, untuk tidak menertibkan Kawasan Kampung Bayam, hanya dikarenakan adanya pembangunan Stadion Olahraga Taraf Internasional di Taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa (BMW), Tanjung Priok. Pasalnya, di wilayah Kampung Bayam tersebut, merupakan kediaman yang sudah dihuni belasan tahun.

"Buat Pak Wali Kota Jakarta Utara (Husein), di Kampung Bayam ini bukan kampung penjahat, bukan kampung bikin kotor Jakarta, dan bukan juga kampung yang bikin resah warga sekitar. Ini kampung, sudah ada sedari puluhan tahun lamanya. Belasan tahun saya tinggal diwilayah ini, warganya tidak ada yang berperilaku yang negatif-negatif. Bagi Pak Gubernur DKI Jakarta (Djarot Syaiful Hidayat) tolong manusiakan lah kami," terang salah seorang warga di Kampung Bayam, Hasan (38), Kamis (14/9/2017).

Hasan yakin, Kampung Bayam bakal menjadi kampung percontohan yang baik, untuk warga lain yang tinggal di kamlung lainnya di Jakarta Utara.

Kembali, pria yang bekerja sebagai ojek pangkalan ini berharap, bagi pemerintah untuk tidak mengusik Kampung Bayam.

"Kalau memang kami benar akan ditertibkan hanya untuk mementingkan pembangunan itu benda mati saja (Stadion Olahraga di Taman BMW) berarti memang pemerintahnya berhati binatang ya, enggak memanusiakan manusia di kampung ini. Saya juga yakin kok, kampung ini bakalan menjadi kampung percontohan ya, untuk kampung lainnya di Jakarta," paparnya.

Sementara warga lainnya, Ita (41), sampai kini dirinya masih ketar-ketir, kediamannya bakalan dibongkar oleh pemerintah setempat.

"Enggak tau lah Pak. Semoga Bapak anggota DPR kemarin datang ke sini (Fadli Zon), akan membantu kami untuk dapat menghalangi pemerintah agar tidak jadi ada pembongkaran bangunan di sini. Saya di sini sudah 12 tahun. Keluarga saya di sini semua tinggaknya. Terus kalau dibongkar, 20 orang anggota keluarga saya ini mau dipindahkan kemana?" jelasnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved