Polisi Telusuri Rekam Jejak Asma Dewi di Dunia Maya

Tidak hanya pemeriksaan menyeluruh terhadap Asma, pihak Kepolisian pun kini menelusuri rekam jejak digital Asma di dunia maya.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
facebook
Asma Dewi 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Penangkapan Asma Dewi, seorang ibu rumah tangga yang diduga berperan sebagai penghubung Saracen, kelompok penyebar kebencian dimanfaatkan pihak Kepolisian secara maksimal.

Tidak hanya pemeriksaan menyeluruh terhadap Asma, pihak Kepolisian pun kini menelusuri rekam jejak digital Asma di dunia maya

Penelusuran tersebut diungkapkan Kabag Penum Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul menyusul rampungnya laporan analisis keuangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada Rabu (13/9) siang. Laporan tersebut segera dianalisa sebagai pembanding jejak digital Asma Dewi di dunia maya, termasuk menelusuri adanya dugaan tersangka lainnya. 

"Data yang sudah diperoleh penyidik mempercepat proses dan kevalidasian data yang telah dan akan ditelusuri lebih lanjut. Dengan laporan itu, penyidik akan lakukan analisa dengan membandingkan fakta lainnya di jejak digital. Ada data berberapa gigabit yang diperoleh untuk menentukan apa ada tersangka lainnya dalam kasus ujaran kebencian," jelasnya kepada wartawan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (13/9).

Namun, walau dijelaskan penyidik telah mengantongi data transaksi kelompok Saracen, Martin belum dapat membeberkan jika data tersebut milik siapa. Hanya saja, dipastikannya jika penyidik telah bekerja untuk menelusuri aliran dana kelompok tersebut. 

"Tim penyidik menelusuri komunikasi, tim dua pemberkasan, tim tiga mencocokan jejak digital. Tim sedang kerja, nanti hasilnya dilihat apa memang seperti dugaan selama ini," jelasnya. 

Selain itu, terbitnya data tersebut lanjutnya, tidak menutup kemungkinan jika pihaknya akan memeriksa kedua saudara Asma Dewi yang diketahui merupakan pejabat Kepolisian berpangkat Kombes dan AKBP - ditulis Irjen Pol sebelumnya- yang bertugas di Mabes Polri saat ini. 

"Orang yang terkait (saudara Asma Dewi) akan didata, dilihat jejak digitalnya. Tetapi penyidik masih fokus pada perbuatan tersangka yang melawan hukum. Jadi, siapa pun tidak ada kaitannya dengan aktifitas yang bersangkutan dalam sebuah perkumpulan, diabaikan penyidik, itu tidak jadi concern (perhatian)penyidikan. Tapi bagaimana perbuatan melawan hukum itu," jelasnya.

Relawan Aksi 212

Sementara itu, Kasubdit 1 Ditrektorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar mengungkapkan jika Asma Dewi aktif dalam berbagai aksi damai, termasuk aksi 212 dan Rohingya. Bahkan, Asma diamankan pihaknya ketika hendak berangkat menuju Borobudur, Yogyakarta, Jawa Tengah. 

"Dia ke Jakarta untuk ikut aksi dukung Rohingya. Rabu ikut demo, kamis ketemu kawan-kawannya Jumat kami amankan sebelum dia berangkat ke luar kota. Tetapi kami fokus pada penyebaran (kebencian), postingannya," jelasnya.

Terpisah, Fahira Idris yang terlihat datang menjenguk Asma Dewi bersama Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia (Bang Japar) ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya membenarkan jika Asma aktif dalam berbagai aksi, termasuk aksi 212 dan 411.

"Dia selalu hadir di aksi aksi 411-212, saya juga hadir di situ dan di sidang Buniyani, karena suami saya juga salah satu kuasa hukumnya," jelasnya.

Akan tetapi, Fahira yang mengaku mengenal Asma melalui media sosial itu tidak percaya dengan tuduhan Kepolisian yang menyebut Asma berperan sebagai penghubung Saracen, terlebih menerima uang sebesar Rp 75 juta sebagai imbalannya.

Karena itu, dirinya berharap pihak Kepolisian dapat bekerja profesional, transparan dan mengedepankan prinsip.

"Jangan mengaitkan dengan tokoh lain. Ini seperti ada mengkaitkan ini dengan tokoh lain, contohnya misalnya dengan gubernur, saya harap janganlah. Jangan menuduh, jadi harus dibuktikan kepemilikan uang berdasarkan analisis PPATK," jelasnya. (dwi)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved