Kondisi Rumah Pasutri Korban Perampokan Sadis dalam Keadaan Rapi Ketika Digeledah
Warga memanggil Gilang ke kediamannya, saat ia sedang berjualan di Pasar Tanah Abang Blok A.
WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Satyawan (51) ketua RT 11/6, Bendungan Hilir, mengikuti proses penggeledahan bersama kepolisian beserta anak sulung Husni Zarkasih (58) bernama Gilang setelah mengetahui kabar terkait peristiwa perampokan.
Satyawan mengatakan pada awalnya, warga memanggil Gilang ke kediamannya, saat ia sedang berjualan di Pasar Tanah Abang Blok A Senin (11/9/2017) siang lalu.
Setelah itu, anak kedua Husni dan Zakiyah yakni Suci datang ke lokasi.
"Pas datang tidak kami perbolehkan dulu masuk ke rumah. Karena shock, nangis jerit-jerit. Makanya, kami tenangin dulu. Setelah setengah jam mereka sudah tenang, baru kami buka paksa pintu rumah," ungkap Satyawan di Jalan Danau Tondano, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selesa (12/9/2017).
Kondisi di dalam rumah tak terlihat seperti rumah yang habis mengalami perampokan.
Tak ada baju-baju yang berserakan, tak ada perabot rumah yang pecah-pecah.
Kondisi rumah terlihat rapi.
Begitu pula, yang terjadi di dalam kamar Husni.
"Gak ada yang berantakan. Bercak darah pun hanya setitik saja. Kamar tidur seperti pas habis ditidurin saja. Rapih semua," katanya.
Ia juga tak tahu pasti apakah ada barang-barang berharga yang hilang. Namun, kondisi brankas memang terbuka saat rumah pertamakali digeledah.
"Brankas kebuka. Tapi, saya gak tahu apakah itu sudah kebuka sebelum kejadian, atau dibuka pas kejadian. Pokoknya kebuka saja," tuturnya. (Rangga Baskoro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sadis_20170912_161626.jpg)