Senin, 18 Mei 2026

Krisis Rohingya

Dianggap Lontarkan Pernyataan Politis Soal Rohingya, Ini Kata Kapolri

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjawab tudingan terlalu banyak ikut campur dalam masalah kemanusiaan warga Rohingya di Myanmar.

Tayang:
TRIBUNNEWS/ABDUL QODIR
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

WARTA KOTA, SENAYAN - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjawab tudingan terlalu banyak ikut campur dalam masalah kemanusiaan warga Rohingya di Myanmar.

Tito mengaku banyak informasi tidak benar mengenai dirinya. Padahal, dalam penelitian yang dikutip oleh jenderal bintang empat itu, terdapat sebagian masyarakat yang peduli dengan kasus di Rohingya, dan sebagian lainnya memanfaatkan hal itu untuk kepentingan politik.

“Tapi yang ditulis di sana itu, waduh, Tito sudah terlalu banyak ikut politik lah, Tito lempar bola panas lah,” ujarnya, usai memberi materi di acara Diklat Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Baca: Kapolri: Isu Rohingya Digoreng untuk Menyerang Pemerintahan Jokowi

Mantan Kadensus 88 itu menegaskan, apa yang sudah ia lontarkan merupakan bentuk dari kepedulian dia sebagai pribadi yang menganut Agama Islam, tidak lebih dari hal itu. Ia mengatakan, sudah banyak hal yang dilakukan oleh Indonesia atas persoalan tersebut.

Tito mengaku tidak ingin persoalan Rohingya menimbulkan korban yang lebih luas, terutama masyarakat sipil, terlebih jika nantinya Pemerintah Myanmar melakukan operasi militer.

“Kalau menggunakan operasi militer, maka tidak bisa membedakan mana yang melakukan penyerangan terhadap aparat, mana yang masyarakat biasa,” tuturnya.

Jika itu terjadi, katanya, bukan tidak mungkin masalah baru akan timbul, seperti akan datangnya jihadis yang turun dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, seperti yang terjadi di Suriah. (Amriyono Prakoso)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved