Rombongan Relawan BSMI untuk Rohingya Diterbangkan dari Bandara Soetta

Para relawan ini berasal dari Lembaga Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Rombongan Relawan BSMI untuk Rohingya Diterbangkan dari Bandara Soetta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Mereka berangkat ke Yangon, Myanmar untuk membantu saudara kita yang sedang terkena musibah di sana. 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Rombongan relawan bertolak ke Myanmar dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Jumat (8/9/2017).

Para relawan ini berasal dari Lembaga Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Ini merupakan keberangkatan tim relawan pertama yang nantinya melakukan pendataan kebutuhan dan bantuan apa saja yang dibutuhkan oleh pengungsi etnis Rohingya. Hal itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Jendral BSMI Pusat, Muhammad Rudi.

"Kami akan berangkat ke Yangon, Myanmar untuk membantu saudara kita yang sedang terkena musibah di sana," ujar Rudi Sekretaris saat ditemui di Terminal 2 Bandara Soetta pada Jumat (8/9/2017).

Sadis dan biadab. Kelompok pengamanan swakarsa di Rakhine pun ikut serta dalam pembakaran desa-desa yang dihuni warga Rohingya. Warga sipil paling menderita akibat aksi genosida yang dilakukan Myanmar.
Sadis dan biadab. Kelompok pengamanan swakarsa di Rakhine pun ikut serta dalam pembakaran desa-desa yang dihuni warga Rohingya. Warga sipil paling menderita akibat aksi genosida yang dilakukan Myanmar. (Kompas.com)

Ia bersama dengan Ketua BSMI Bali yakni Bambang Widjanarko terbang dari Indonesia menuju Yangon, Myanmar menggunakan pesawat Jetstar dengan nomor penerbangan 0208.

Mereka membawa sejumlah logistik dan obat-obatan untuk diserahkan kepada etnis Rohingya.

"Tim pertama, hanya kami berdua yang berangkat, saya dengan Mas Bambang dari BSMI Bali. Rencananya kita akan memberikan bantuan logistik dan kita akan melihat kira-kira apa yang dibutuhkan di sana," ucapnya.

Rudi menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia dalam hal ini Direktorat Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri.

Kendati demikian, BSMI terus melakukan langkah diplomasi untuk memudahkan pengiriman bantuan dari Indonesia.

"Kami sudah komunikasi dengan Kemenlu, rencana juga nanti sampai di sana (Myanmar) kita akan berkomunikasi dengan dubes RI di sana untuk meminta izin lah, permission," kata Rudi.

Menurut Rudi, rencananya tim pertama ini akan berada di Myanmar selama 10 hari untuk melakukan pendataan kebutuhan dan tempat pengungsi.

Setelah itu, tim kedua akan diberangkatkan dari Jakarta kurang lebih sebanyak 10 orang yang mayoritas tenaga medis.

"Untuk tim pertama ini selama 10 hari saja. Tim kedua nanti setelah mendapatkan informasi dari kami baru diberangkatkan," paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved