Minggu, 12 April 2026

Krisis Rohingya

Punya Akses Masuk Rakhine State, Harapan Dunia Sangat Tinggi Terhadap Indonesia

Aksi nyata, kata Presiden, lebih penting dilakukan daripada hanya mengecam yang belum tentu menghasilkan.

Kementerian Luar Negeri Indonesia
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi, di Naypydaw, Myanmar, Senin (4/9/2017), guna membahas krisis kemanusiaan di Rakhine State. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan berakhirnya krisis kemanusiaan yang melanda warga Rohingnya di Rakhine State, Myanmar‎.

Menurut Pratikno, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Menteri Luar Negeri Indonesia untuk terbang langsung ke Myanmar. Aksi nyata, kata Presiden, lebih penting dilakukan daripada hanya mengecam yang belum tentu menghasilkan.

"Menurut Presiden, aksi nyata lebih penting dibanding kecam mengecam. Sebagai bangsa, kita harus sama-sama bergerak," kata Pratikno di sela acara 'Pendidikan dan Latihan Komunikator Politik Partai Golkar'‎ di Hotel Sultan, Jakarta‎, Jumat (8/9/2017).

Baca: Sandy Tumiwa: Mau Mulai Hidup dari Nol, Eh Ada Kabar Buruk Begini

Pratikno menuturkan, ‎Presiden Jokowi telah ditelepon oleh berbagai kepala negara untuk membantu menghentikan aksi kemanusiaan di Myanmar.

Karena, tak dipungkiri tidak banyak negara yang bisa masuk ke Rakhine State, Myanmar, dan Indonesia memiliki akses untuk masuk ke daerah tersebut.

"‎Harapan dunia sangat tinggi terhadap Indonesia, Presiden sudah ditelepon Perdana Menteri Turki, ditelepon ‎Perdana Menteri Australia," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved