Dituduh Curi Vape, Ibunda: Abi Nggak Merokok
Kematian tragis Abi Qowi (22) diakui sang ibunda, Rosani Nina Sari (50) sangat memukul dirinya dan keluarga.
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Kematian tragis Abi Qowi (22) diakui sang ibunda, Rosani Nina Sari (50) sangat memukul dirinya dan keluarga.
Pasalnya, bukan hanya terkejut mendapati rekaman video anaknya tengah dihakimi hingga sekarat, dirinya juga heran ketika anaknya dituduh mencuri rokok elektrik (Vape) dan sepeda motor.
Terdengar sesegukan dan berulang kali mengusap air mata, Rosani terlihat menguatkan diri menceritakan kondisi anaknya sebelum meninggal dunia.
Pengalaman buruk itu dimulai ketika suaminya menerima telepon pada tanggal 28 Agustus 2017 sekira tepat pukul 19.00 WIB.
Seseorang yang mengaku bernama Firman mengabarkan anaknya ditemukan babak belur di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Warga katanya sudah membawa Abi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanah Abang untuk menjalani perawatan.
"Suamiku datang jam 20.00 WIB ke Jalan Penjernihan Raya. Kondisi anakku sudah kritis," kata Rosani kepada wartawan di Mapolda di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (8/9).
Mendapatkan kabar buruk, sang suami katanya segera bergegas menuju RSUD Tanah Abang.
Tetapi rasa kecewa kembali dialami, Abi diketahui belum mendapatkan tindakan pertolongan, sang suami pun melarikan Abi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tarakan masih dalam keadaan koma.
"Satu hari di ruang UGD, dipindah ke ICU selama enam hari," ungkap Rosani.
Sepekan mengalami kritis, anak laki-lakinya itu akhirnya menyerah. Abi dikabarkan dokter telah meninggal dunia pada tanggal 3 September 2017 tepat pukul 17.00 WIB.
Penyebabnya, adanya pendarahan pada otak akibat benturan benda tumpul.
"Kata dokter karena benda tumpul," ungkapnya menangis.
Pelan namun pasti, kepergian Abi mulai diikhlaskannya dan keluarga, namun berselang dua hari pasca kematian Abi, seorang rekan Abi menceritakan kepada keluarga jika rekaman video penganiayaan Abi tengah viral di media sosial.
"Tadinya keluarga sudah mengikhlaskan, tapi setelah tahlilan, ada temannya yang bilang, ini bu ada videonya. Tapi aku nggak lihat karena nggak sanggup," lanjutnya sembari menarik napas dalam.
Video tersebut pun dibawa sang suamiku ke Mapolda Metro Jaya pada Rabu (6/9) siang.
Berselang sehari, pihak Kepolisian katanya berhasil menangkap empat dari tujuh pelaku pengeroyokan anaknya.
"Aku nggak tahu sama sekali kabar mencuri motor sama vape, karena dia anaknya baik. Abi nggak merokok," ungkapnya.
Kini sang suami dan keluarga kini telah memilih untuk menempuh jalur hukum atas kasus pengeroyokan sekaligus pembunuhan berencana terhadap anaknya.
Dirinya menginginkan keadilan, sebab anaknya dihakimi tanpa diberi kesempatan.
"Kalau toh benar anak saya mencuri, mestinya kasus dibawa ke polisi, bukan malah dihakimi," ungkapnya sedih.
Firasat
Gelagat tidak biasa diingatnya terjadi sepekan sebelum Abi ditemukan sekarat. Abi tanpa sebab katanya pulang ke rumah dan menemuinya untuk meminta maaf.
Awalnya dirinya merasa bingung, sebab anak sulungnya itu memang dibebaskannya untuk pergi dan tidak biasanya Abi pulang seperti itu.
"Karena memang anakku kadang-kadang pulang, kadang-kadang nggak. Dia ada dimana kita nggak tahu. Setelah itu, nggak pernah ketemu-ketemu. Ketemu pada malam kejadian anakku sudah kritis," tutupnya sedih. (dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170908dituduh-curi-vape-ibunda-abi-nggak-merokok_20170908_185457.jpg)