Koran Warta Kota
Gerindra Dibully karena Kadernya Terlibat Pembakaran Tujuh Gedung SD
Sembilan pelaku pembakaran tujuh SD di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, telah diringkus Polda Kalteng. Terungkap, para pelaku sempat melakukan rapat.
WARTA KOTA, PALMERAH - Sembilan pelaku pembakaran tujuh SD di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, telah diringkus Polda Kalteng.
Dari hasil pendalaman polisi, terungkap bahwa para pelaku sempat melakukan rapat di kantor KONI Kalteng.
Diketahui otak pembakaran tersebut, Yansen Binti yang menjabat sebagai Ketua Harian KONI Kalteng. Yansen juga menjabat anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Partai Gerindra.
“Perencanaan dilakukan di ruang KONI. Dihadiri para eksekutor pimpinan rapat Yansen Binti,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul dalam keterangan tertulisnya.
Dalam rapat tersebut, Yansen mengajak para eksekutor untuk melakukan pembakaran untuk mengambil perhatian Gubernur Kalimantan Tengah.
Baca: Ayu Ting Ting Dijodohkan dengan Pria Single Tampan
“Gubernur saat ini sudah tidak memperhatikan kita. Maka jika ingin diperhatikan harus melakukan pembakaran. Yang dibakar adalah gedung SD sebanyak 10,” ujar Martinus menirukan ajakan Yansen.
Dirinya lalu menjanjikan sejumlah uang kepada para eksekutor yang berhasil melakukan aksinya.
“Kemudian bagi yang melakukan, diberikan hadiah bervariasi 1 sekolah mulai Rp 20 sampai 120 juta,” kata Martinus seperti dikutip Tribunnews.
Bahkan para eksekutor sempat menjalani ritual di rumah adat Betang.
Hal tersebut dilakukan agar dalam melakukan aksinya mereka memiliki keberanian.
“Sebelum pelaksanaan dilakukan acara ritual di rumah Betang agar timbul keberanian dan tidak mengaku ketika ditangkap,” ungkap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.
Diketahui dari hasil pendalaman, Polda Kalimantan Tengah akhirnya menetapkan seorang anggota DPRD Kalimantan Tengah sebagai tersangka pembakar sekolah, Senin (4/9/2017).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi pemecatan terhadap kadernya yang terlibat yakni Yansen Binti.
Namun, sebelum mengambil keputusan, Gerindra akan mengecek terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut ke Mabes Polri.
Baca: Michelle Ziudith ‘Kecelakaan’ di Dalam Aston Martin
“Kami pecat kalau terbukti, tapi kan asas praduga tak bersalah dulu. Karena dia bicara seperti itu kita cek dulu,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan.
Yang pasti karena ulah Yansen, Partai Gerindra dibikin repot dengan bullyan warganet.
“Jika terjadi kesalahan seperti ini, tentu ini di luar kuasa kami. Karena kader tersebut pun bertindak tidak sesuai dengan visi dan misi partai,” tulis akun resmi Partai Gerindra @Gerindra.
Tulisan itu untuk ..... (wit)
Berita selengkapnya baca koran Warta Kota edisi Kamis, 7 September 2017
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/070917bakar_20170907_092300.jpg)