Dalami Kasus Novel, Polisi Kembali Periksa Dua Penyidik KPK

Pihak Kepolisian kembali memeriksa dua orang penyidik KPK untuk membuktikan tuduhan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada sepupu Anies Baswedan

Dalami Kasus Novel, Polisi Kembali Periksa Dua Penyidik KPK
YouTube
Novel Baswedan. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Penyidikan terkait Laporan Kepolisian yang disampaikan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aris Budiman kepada Novel Baswedan kian berlanjut.

Pihak Kepolisian kembali memeriksa dua orang penyidik KPK untuk membuktikan tuduhan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada sepupu Anies Baswedan itu.

Pemeriksaan tersebut diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Adi Derian dilakukan di gedung Dirkrimsus Polda Metro Jaya pada Kamis (7/9).

Serupa dengan pemeriksaan dua orang penyidik KPK pada Rabu (6/9) sebelumnya, kesaksian diperlukan untuk menjelaskan kesaksian Novel yang menyebutkan Aris Budiman diduga kerap menghalangi pemeriksaan sejumlah oknum Polri tersangkut kasus korupsi yang tengah ditangani KPK.

"Kami undang kembali rekan-rekan dari unsur pegawai KPK, dalam rangka melengkapi konstruksi hukum yang sudah kita bangun yang dilaporkan oleh bapak Brigjen Aris Budiman. Ada beberapa orang yang kami panggil, kurang lebih dua orang dari ingkungan penyidik," ungkapnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya pada Kamis (7/9).

Tidak hanya itu, lanjutnya, pemeriksaan juga ditekankan terkait email yang dikirimkan Novel kepada Aris Budiman beberapa waktu lalu.

Email tersebut diketahui berisi keberatan Serikat Pekerja KPK atas kebijakan Aris Budiman yang akan merekrut penyidik senior Polri ke dalam tubuh KPK.

"Rekan-rekan ini kita gali berdasarkan apa yang mereka ketahui ketika mereka menerima email tersebut. Kami undang juga berdasarkan hasil keterangan Aris Budiman berdasarkan BAP bahwa pihak-pihak yang mengetahui adanya email tersebut adalah orang-orang yang kita undang untuk hadir," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berencana memanggil seluruh pihak yang menerima email tembusan tersebut, termasuk pimpinan KPK serta sejumlah orang di luar dari Serikat Pekerja KPK yang diketahui dipimpin oleh Novel Baswedan.

"Dari dokumen yang diterima, kami ada tembusan yang langsung kepada wadah pegawai. Nah ini yang belum tahu berapa banyak. Soal pemeriksaan pimpinan KPK, kita akan lihat sejauh mana saksi yang diperlukan, apakah perlu atau tidak mengundang dan mengambil keterangan dari pimpinan KPK," ungkapnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved