Breaking News:

KPK Nyatakan Tak Tahu Bahwa Masinton Datang

KPK menyatakan tidak mengetahui bahwa Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK DPR, Masinton Pasaribu, mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Senin.

Editor:
Antara
Juru Bicata KPK, Febri Diansyah 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mengetahui bahwa Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu mendatangi  Gedung KPK, Jakarta, Senin, dan ingin meminta klarifikasi kepada Ketua KPK Agus Rahardjo atas pernyataan Agus terkiat Pansus KPK.

"Saya tadi belum dapat informasi terkait kedatangan Masinton. Apakah datang itu menemui pihak-pihak tertentu. Karena di registrasi tadi saya belum mendapat informasi lebih lanjut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

Masinton mendatangi KPK pada hari Senin untuk mengklarifikasi pernyataan Ketua KPK, Agus Rahardjo, yang menyatakan akan mengenakan pasal obstruction of justice atau menghalangi proses penyidikan terhadap Pansus Hak Angket KPK.

"Sejak awal kami tegaskan seperti itu. Maka, saya datang ke mari saya mau pertanggungjawabkan tuduhan itu dan saya mau minta rompi KPK. Saya minta Saudara Agus turun ke mari bawa rompi KPK agar kita gelar keadilan ini secara terbuka, tidak boleh lagi ada horor menakut-nakuti, menggertak," kata Masinton.

Wakil Ketua Pansus Angket DPR untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu, tiba-tiba muncul di lobi KPK, Senin (4/9/2017).
Wakil Ketua Pansus Angket DPR untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu, tiba-tiba muncul di lobi KPK, Senin (4/9/2017). (TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI)

Masinton yang mengaku mendatangi KPK atas inisitiaf sendiri itu bahkan membawa satu koper berisi pakaian.
"Sudah siap menginap kalau ditangkap, isinya pakaian," kata Masinton.

Ironisnya, Masinton tidak melapor ke bagian resepsionis KPK, melainkan menunggu Ketua KPK Agus Rahardjo turun menemui dia untuk memberikan klarifikasi.

"Tidak perlu, datang saja di sini. Saya sudah datang ke mari. Saya tunggu-tunggu rompi oranye tidak datang-datang. Ini ada CCTV, masa dia tidak tahu," kata Masinton.

Sedangkan Febri menyatakan apabila tamu yang terdaftar dalam registrasi pasti akan diterima KPK.

"Saya belum tahu karena banyak tamu yang datang. Namun, kalau ada tamu yang datang lalu terdaftar dalam registrasi pasti akan kami terima," kata Febri.

Sebelumnya, KPK mempertimbangkan menggunakan pasal obstruction of justice terhadap Pansus Hak Angket KPK karena menghambat proses penyidikan KPK menangani kasus-kasus besar.

"Kami juga sudah mempertimbangkan kalau begini terus, ini yang namanya obstruction of justice kan bisa kami terapkan karena kami sedang menangani kasus yang besar kemudian selalu dihambat," kata Agus Kamis pekan lalu.

Masinton Pasribu adalah anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan yang kini menjadi Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket DPR RI. Sebelumnya DPR RI resmi membentuk Panitia Khusus Hak Angket terhadap KPK yang terdiri dari 16 nama yang berasal dari lima fraksi, yaitu PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura, yang merupakan partai-partai pendukung pemerintah.

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved