Tahu Jadi Buronan, Penembak Suar di Bekasi Bermalam di Rumah Bibi

Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta ini kemudian ditangkap beberapa jam setelah tiba di rumahnya di Perumahan Bekasi Timur Regency, Mustikajaya,

Tahu Jadi Buronan, Penembak Suar di Bekasi Bermalam di Rumah Bibi
Warta Kota/Bintang Pradewo
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Penembak suar roket di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, ARP (25) alias Rico sempat bersembunyi di rumah bibinya begitu tahu menjadi buronan polisi.

Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta ini kemudian ditangkap beberapa jam setelah tiba di rumahnya di Perumahan Bekasi Timur Regency, Mustikajaya, Kota Bekasi.

Baca: PSSI Berduka, Seorang Penonton Tewas Usai Laga di Stadion Patriot Bekasi

"Tersangka sempat bermalam di rumah bibinya di daerah Bekasi Timur. Dia bermalam di sana karena tahu menjadi buronan polisi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi Kota AKBP Dedy Supriadi pada Senin (4/9/2017).

Suporter Timnas Indonesia, Catur Juliantono (33) meregang nyawa usai menonton laga pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Fiji dengan skor 0-0 pada Sabtu (2/9) petang. Saat wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan, tiba-tiba suar rocket yang dilepas Rico di tribun selatan melesat ke arah Catur.

Dengan cepat, api membakar wajah sebelah kiri Catur sampai dia tidak sadarkan diri. Oleh petugas keamanan dan teman-temannya, Catur dibawa ke RS Mitra Bekasi Barat yang bersebelahan dengan stadion. Namun sayang, Catur keburu tewas karena tidak mampu menahan luka bakar di wajah kirinya.

Dedy mengatakan, tersangka datang ke stadion bersama dua rekannya. Namun kedua temannya berstatus sebagai saksi, sehingga tidak dilakukan penahanan.

Sampai saat ini, polisi masih menggali keterangan tersangka soal jumlah suar tangan dan suar roket yang dibawanya ke dalam stadion. "Jumlah suar yang dibawa itu kepentingan penyelidikan. Kita juga masih mencari tahu apakah mereka beli patungan atau beli sendiri di situs jual-beli online Bukalapak," kata Dedy.

Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar menambahkan, tersangka memanfaatkan kelengahan petugas untuk menyelundupkan suar tangan dan suar roket ke dalam stadion. Hero juga tidak menampik, saat itu petugas lalai dalam melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan suporter.

"Dia (tersangka) telah melalui pemeriksaan petugas, tapi sayang petugas saat itu tidak melakukan pemeriksaan secara detil sehingga dia lolos membawa suar di dalam tas," ujar Hero. "Tas hanya dipegang begitu saja, setelah itu lewat. Tidak digeledah," tambahnya.

Atas dasar itu, pihaknya masih menelusuri pintu masuk yang dilalui oleh tersangka. Dari situ Hero akan tahu siapa petugas yang melakukan penjagaan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan suporter sepak bola. "Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kami agar lebih detil dalam mengawasi barang bawaan penonton dan suporter saat pertandingan," katanya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa satu buah potongan pipa paralon yang sebagian dalam kondisi terbakar, satu selongsong suar tangan, satu buah penutup suar roket, satu suar tangan yang masih dalam keadaan utuh dan sebagainya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved