OTT Wali Kota Tegal

Jenguk Kakaknya di Rumah Tahanan KPK, Sekjen PAN Bawa Ketupat

Anak-anaknya datang langsung dari Tegal, Jawa Tengah, khusus untuk bersilaturahmi dan melepas kangen.

Jenguk Kakaknya di Rumah Tahanan KPK, Sekjen PAN Bawa Ketupat
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Adik Wali Kota Tegal Siti Mashita, Sekjen PAN Eddy Suparnoā€ˇ, mengunjungi kakaknya di gedung lama KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/9/2017). 

WARTA KOTA, KUNINGAN - Jumat (1/9/2017) ini merupakan hari ketiga Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno mendekam di tahanan gedung lama KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Perempuan berparas ayu dan mengenyam pendidikan di luar negeri itu harus rela merayakan Idul Adha di tahanan, karena statusnya sebagai tersangka penerima suap dana jasa kesehatan RSUD Kardinah.

Meski di dalam tahanan, Siti tetap bisa merayakan Idul Adha bersama keluarga tercinta.‎ Anak-anaknya datang langsung dari Tegal, Jawa Tengah, khusus untuk bersilaturahmi dan melepas kangen.

Baca: Wiranto: Jokowi Dipuji Dunia Internasional, tapi di Dalam Negeri Kok Dihujat?

"‎Kami keluarga datang membesuk, ini kan hari besar. Paling tidak untuk menghabiskan sebagian dari waktu Idul Adha di sini bersama kakak kandung saya (Siti). Saya datang dengan keluarga dan putra-putranya," ucap adik Siti yang juga Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno, di gedung lama KPK, C1, Kuningan, Jakarta Selatan.

Eddy Suparno menuturkan, meski telah ditahan sejak Rabu (30/8/2017) lalu, ia baru memiliki kesempatan menjenguk kakaknya, sehingga momen ini sangat dimanfaatkan Eddy Suparno untuk bisa melihat langsung kondisi sang kakak.

"Saya ke sini khusus kunjungan keluarga, bawa makanan ketupat, silaturahmi. Karena ini kunjungan pertama saya untuk bisa datang mengunjungi kakak saya," tuturnya.

Baca: Enam Hari Sebelum Diserang, Pria Gempal Masuk Rumah Novel Baswedan Menanyakan Hal Ini

Saat mengikuti ‎Salat Idul Adha di lapangan tenis Pomdam Jaya Guntur, Siti tampak menggunakan baju muslim berwarna hitam dipadu hijab warna cream, ‎serta menjinjing tas anyaman batik kesayangannya yang juga dibawanya saat ditahan.

Dalam kasus yang diawali OTT ini, ‎KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Siti Mashita Soeparna  dan Amir Mirza Hutagalung sebagai penerima suap, serta Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahya Supriadi sebagai pemberi suap.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved